Untitled Post

 HAJI WADA’ DAN 5 KEJADIAN MENGISYARATKAN DEKATNYA AJAL RASULULLAH 

Haji Wada’ merupakan haji terakhir bagi Nabi Muhammad ﷺ, yang dilaksanakan pada tahun 10 Hijriah (632 Masehi). Kaum muslim mematuhi setiap gerakan, tindakan, dan gerak-gerik Nabi Muhammad saw. dan setiap perbuatan yang dilakukan olehnya menjadi contoh untuk selama-lamanya bagi muslim di seluruh dunia.. Beliau mengumumkan niatnya pada 25 Dzulqaidah 10 H atau setahun sebelum beliau wafat.

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir ra, ia berkata: “Selama 9 tahun tinggal di Madinah Munawwarah, Rasulullah ﷺ belum melaksanakan Haji. Kemudian pada tahun kesepuluh beliau mengumumkan hendak melakukan haji. Maka berduyun-duyun orang datang ke Madinah, semuanya ingin mengikuti Rasulullah Saw dan mengamalkan ibadah haji sebagaimana amalan beliau.”

Haji Wada juga disebut dengan haji perpisahan, lantaran Rasul ﷺ menyampaikan tanda-tanda bahwa tak lama lagi beliau berpulang ke rahmatullah, meninggalkan keluarga, sahabat, dan umatnya yang teramat mencintainya.

Hal ini merupakan salah satu bentuk rahmat dan kasih sayang Allah kepada kaum muslimin. Dengan tanda-tanda tersebut mereka bisa mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima suatu musibah berat yang akan menimpa mereka. Selain tanda yang terdapat pada saat haji wada’, terdapat juga tanda tanda lain yang menunjukkan waktu wafatnya Rasulullah telah dekat, berikut beberapa diantaranya: 

1. Turunnya Surat An Nasr

Surat An Nasr adalah surat yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah ﷺ. Yakni setelah surat At Taubah. Menurut Ibnu Katsir, ia diturunkan di Mina sewaktu Haji Wada’. Namun ada pula yang berpendapat diturunkan sebelum Fathu Makkah.

Asbabun Nuzul Surat An Nasr ini terkait dengan dua hal. Pertama, ia mengabarkan kemenangan dan masuk Islamnya orang-orang Arab berbondong-bondong. Kedua, ia mengisyaratkan telah dekatnya ajal Rasulullah ﷺ.

 Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa setelah Allah menurunkan surat ini, Rasulullah memanggil Fatimah radhiyallahu ‘anha. Fatimah menangis saat Rasulullah mengabarkan bahwa ajalnya telah dekat. Lalu Fatimah tersenyum karena Rasulullah bersabda:

لاَ تَبْكِى ، فَإِنَّكِ أَوَّلُ أَهْلِى لاَحِقٌ بِى

“Jangan menangis, karena sesungguhnya engkau adalah keluargaku yang paling awal menyusulku.” (HR. Ad Darimi dan Thabrani; hasan)

2. ISYARAT DARI JIBRIL 

Pada setiap bulan ramadhan, Jibril as selalu datang mengunjungi Rasulullah dan menyimak bacaan Alquran beliau.

Jibril biasanya menyimak bacaan Alquran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam satu kali khatam. Namun pada tahun itu Jibril menyimak dengan dua kali khatam.

 Sesungguhnya Jibril ‘alaihissalam menyimak Alquran yang dibacakan Nabi sekali pada setiap tahunnya, dan pada tahun wafatnya Nabi, Jibril menyimaknya dua kali. (Muttafaqun ‘alaihi).

3. ITIQAF SELAMA 20 HARI

Beragam riwayat menyebutkan kisah Nabi Muhammad ﷺ melakukan i’tikaf saat bulan suci Ramadhan. Imam Nawawi dalam kitabnya, Riyadlush Shalihin, mengungkapkan, Rasulullah ﷺ gemar melaksanakan ibadah i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan.

Ini berdasarkan hadis dari Ibnu Umar yang berkata, ”Rasulullah ﷺ selalu beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” Hadis Muttafaqun alaihi.

namun pada ramadhan terakhir sebelum beliau wafat, Nabi ﷺ melakukan i’tiqaf selama 20 hari.

hal ini disebutkan dalam hadist riwayat Bukhari bahwa Rasulullah ﷺ setiap bulan Ramadhan, Nabi Muhammad ﷺ melakukan i’tikaf sepuluh hari. Pada tahun beliau wafat, beliau melakukan i’tikaf 20 hari.

4. Pesan Nabi Kepada Muadz bin Jabal

diantara tanda-tanda lainya adalah

Nabi ﷺ juga berpesan kepada Muadz bin Jabal yang beliau utus ke Yaman. Beliau bersabda,

  يَا مُعَاذُ، إِنَّكَ عَسَى أَنْ لا تَلْقَانِي بَعْدَ عَامِي هَذَا، أَوْ لَعَلَّكَ أَنْ تَمُرَّ بِمَسْجِدِي هَذَا أَوْ قَبْرِي

  “Wahai Muadz sesungguhnya engkau mungkin tidak bertemu aku lagi setelah tahun ini, dan mungkin saja engkau akan melewati masjidku ini dan kuburanku ini.” Maka Mu’adz pun menangis takut berpisah dengan Rasulullah ﷺ (HR. Ahmad)

5. Firman Allah Surat Al Maidah ayat 3

Pada saat Haji Wada’ Rasulullah menyampaikan kutbah, Selesai menyampaikan khutbahnya itu, Nabi ﷺ turun dari untanya. Beliau masih di tempat itu sampai pada waktu shalat zhuhur dan ashar.

Kemudian, beliau menaiki kembali untanya menuju Sakharat. Maka pada saat itulah, Nabi ﷺ membacakan firman Allah Subhana wa taala yang turun: Alquran surah al-Maidah ayat lima tiga. Artinya, “Hari ini Aku sempurnakan agamamu bagimu dan Aku cukupkan karunia-Ku untukmu dan Aku pilihkan Islam menjadi agamamu.”

Mendengar itu, tiba-tiba Abu Bakr menangis. Saat ditanya orang-orang, dia mengungkapkan perasaannya. Dengan selesainya risalah Nabi, maka sudah dekat pula saatnya Nabi ﷺ akan menghadap Rabbnya.

Segala sesuatu akan ada akhirnya. Setiap kisah, ada penutupnya. Manusia datang, kemudian mereka pergi. Awalnya mereka mengucapkan salam pertemuan, lalu kemudian mereka berlalu dengan perpisahan. Hal demikian terjadi pada setiap orang, tidak terkecuali nabi kita Muhammad ﷺ. Beliau datang dengan risalah dari sisi Rabnya, setelah sempurna apa yang diperintahkan kepada beliau. Saat itulah beliau kembali menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Versi video

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement