Ustadz Abdul Somad Dukung Masjid Jogokariyan Patungan Beli Kapal Selam

Ustadz Abdul Somad Dukung Masjid Jogokariyan Patungan Beli Kapal Selam

Fikroh.com – Ahad sore (25/4) beredar foto-foto anak Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, turun ke jalan galang dana buat beli kapal selam. Anak-anak itu sedang dididik untuk mencintai dan membela kedaulatan ngerinya.

Baca : Keren, Anak-anak Masjid Jogokariyan Galang Dana Untuk Beli Kapal Selam

Himpunan Anak Masjid (HAMAS) Jogokariyan bercanda? Iseng? Bermain-main? Harga Nanggala 402 Rp 5,8 T. Sementara para bocah itu tentunya hanya bisa mengumpulkan recehan.

Orang yang mengenal komunitas Jama’ah Masjid Jogokariyan pasti paham. Jogokariyan ngga pernah main-main dalam semua urusan. Selalu serius dengan ide dan program-programnya. 

Lagi pula, sebetulnya ngga penting berapa jumlah yang didapat dari penggalangan dana.

Tapi makna dari ide dan aktivitas anak masjid ini yang utama. Pada rasa kehilangan. Pada rasa memiliki. Pada pembelaan dan cinta negeri. 

Sementara itu boleh juga memaknai galang dana itu sebagai sindiran ketiadaan visi besar penyelenggara negara menjaga daulat di lautan. Anak-anak sampai memikirkan patungan beli kapal selam. Sementara Menhan disuruh ngurus ladang, tanam singkong. 

Sindiran bahwa anak-anak sampai bersusah-payah cari sumbangan mengumpulkan uang dalam mimpi beli kapal selam.  Sementara uang negara, harta benda rakyat dirampok besar-besaran. Jumlah duit yang dirampok di ASABRI, Jiwasraya, BPJS TK, hampir mencapai 100 T. Berapa kapal selam jenis Nanggala 402 yang bisa dibeli? Dan ngga perlu pinjam kapal penyelamat kapal selam dari tetangga. Bisa beli sendiri. 

Ide kecil anak masjid itu sebenarnya mencerminkan visi besar negeri bahari. Bahwa Indonesia yang dua pertiga wilayahnya terdiri dari lautan, sepatutnya punya sarana alutsista laut yang memadai. Perlu dijaga angkatan laut yang berwibawa. Perlu banyak kapal perang, termasuk kapal selam.

Ironis bukan? Negeri maritim seluas Indonesia cuma punya 5 kapal selam tanpa kapal penyelamatnya. Singapura yang seluas Depok saja punya 4 kapal selam dan 1 kapal penyelamat kapal selam. Iya betul,  negeri tetangga nggak sibuk bongkar celengan dan cari utangan untuk pindah ibu kota. 

Antusiasme anak masjid menggalang dana itu sesungguhnya menggetarkan. Mereka mewakili duka cita atas rasa kehilangan yang besar. Mereka mewakili rasa memiliki yang kuat pada tanah air negeri ini. Mereka mewakili rasa cinta dan pembelaan yang tulus pada negeri tercinta, Indonesia raya.

Galang dana beli kapal selam pengganti Nanggala 402 yang hilang pun berkembang. Bukan urusan anak masjid lagi sekarang. Tetapi resmi Masjid Jogokariyan membuka rekening donasi patungan beli kapal. 

Gerakan Masjid Jogokariyan mendapat sambutan dan dukungn banyak pihak. Antara lain Ustaz Abdul Somad. UAS ikut mempromosikan donasi beli kapal melalui akun IG-nya.

Ustadz Abdul Somad mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan beli kapal selam. UAS menulis:

“Di antara tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Lautan kita yang membentang luas melebihi daratannya, dari Samudera Indonesia di barat Aceh hingga perairan Papua merupakan bagian dari wilayah negeri kita yang harus dijaga dan dilindungi, beserta kekayaan tak ternilai yang ada di dalamnya.”

Lebih lanjut UAS menegaskan:

“Tugas berat yang selama ini diemban oleh TNI Angkatan Laut menghadapi berbagai tantangan dari kurangnya personel dan armada, luasnya wilayah yang harus dijaga, besarnya kekayaan yang mengundang berbagai kepentingan asing, hingga penyusupan-penyusupan yang terus terjadi.”

Lautan kita yang luas, yang pernah dijaga dengan gagah oleh Laksamana Nala, Pati Unus, Malahayati, Baabullah, dan Nuku, yang pernah diharumkan oleh kegigihan RE Martadinata hingga pengorbanan Yos Sudarso, kini menjadi amanat di pundak kita semua, agar dapat kita wariskan kepada anak cucu kita kelak. 

Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani “Eternal Patrol’, mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya. Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggaala 402.

Semua itu bermula dari masjid, berkembang di masjid, insya Allah terwujud berkat dukungan umat jama’ah masjid di seluruh Indonesia.

Kepada syuhada Nanggala 402, selamat berlayar dalam keabadian. Tabah sampai akhir.

Anda hidup dalam kenangan dan kehendak umat menjaga daulat dan kehormatan tanah air bangsa ini.

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement