Soekarno Turki

 Spesial 17 Agustus.

Kunjungan Bung Karno ke Turki 1959.

Turki ternyata begitu menarik perhatian presiden pertama RI, Bung Karno yang beliau jadikan inspirasi bagi kemerdekaan Indonesia.

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno pernah berbicara banyak tentang Turki dalam majalah Panji Islam. Dalam artikel tersebut, Presiden Soekarno banyak membahas tentang dialektika perkembangan politik Turki di era akhir Kesultanan Usmani dan awal Republik Turki.

Ada satu kutipan menarik yang disampaikan oleh Presiden Soekarno: “Sebab, sebenarnya, orang yang tidak datang menyelidiki sendiri keadaan di Turki itu, atau tidak membuat studi sendiri yang luas dan dalam dari kitab-kitab yang mengenai Turki itu, tidak mempunyailah hak untuk membicarakan soal Turki itu di muka umum. Dan lebih dari itu: ia tidak mempunyai hak untuk menjatuhkan vonis atas negeri Turki itu di muka umum.” Nampaknya, Presiden Soekarno memiliki minat yang amat mendalam terhadap perkembangan politik di Turki hingga menulis pernyataan tersebut.

Beruntung, pada tanggal 24 April 1959, Presiden Soekarno berkesempatan untuk mengunjungi Ankara dan mengamati Turki secara langsung. Foto menunjukkan Presiden Soekarno yang baru mendarat di Lapangan Terbang Esenboga. Beliau tampak tersenyum bahagia, mungkin karena akhirnya beliau dapat bertandang ke tanah Turki, tempat yang pernah beliau jadikan inspirasi dalam memformulasi gagasan untuk Indonesia merdeka. Presiden Soekarno tampak disambut oleh Presiden ke 3 Turki Celal Bayar. Perdana Menteri Turki saat itu adalah Adnan Menderes yang Pro Islam. Di Ankara Pres. Sukarno berkesempatan berpidato di hadapan para pemuda Turki.

Selanjutnya, pada tanggal 26 April 1959, Presiden Soekarno juga mengunjungi Istanbul dan tempat-tempat bersejarah di kota tersebut. Pada tanggal 29 April 1959, Presiden Soekarno menyelesaikan kunjungannya di Turki dan melanjutkan kunjungannya ke Polandia. 

Kunjungan Presiden Soekarno ke Turki ini tentu penting dan layak untuk kita ingat dalam membangun hubungan antara penduduk mayoritas Muslim meskipun waktu itu berbeda kubu, Indonesia Non Blok dan Turki berada di Kubu Barat dalam masa Perang Dingin Amerika vs Soviet. – Turkish Spirit

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *