Setiap Dosa Akan Diampuni Allah, Kecuali `Akbar al Kabair` Ini

Dream – Tiap-tiap dosa bisa mendapat ampunan berasal dari Allah Swt. Ampunan itu diberikan jika kami bertobat dan memohon kepada-nya.

Didalam hukum syariah, dosa terbagi jadi besar dan kecil. Meski begitu, umat Islam sebisa barangkali perlu mencegah berasal dari berasal dari kedua style dosa ini dan bertobat jika telah melakukannya.
Tapi, ada dosa yang ternyata tidak mendapat ampunan berasal dari Allah Swt. Jumhur ulama menunjukkan dosa-dosa besar itu yaitu syirik (Menyekutukan Allah dengan yang lain, berzina, dan membunuh.

Hal ini layaknya dijelaskan didalam hadis riwayat Muslim, berasal dari Ibnu Mas’Ud RA yang bertanya kepada Rasulullah Muhammad Saw.

” Dosa manakah yang lebih besar?

Nabi SAW menjawab, ‘Anda menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia sudah Menciptakanmu.

Ibnu Mas’Ud bertanya ulang. ‘Lalu apa?’

Nabi SAW menjawab, ‘Anda membunuh anakmu dikarenakan risi ia makan bersamamu.’

Ibnu Mas’Ud bertanya,’Lalu apa?’

Nabi SAW menjawab, ‘Anda berzina dengan isteri tetanggamu.’ Lantas Allah turunkan Surat Al Furqan ayat 68 sebagai pembenaran pada jawaban Nabi SAW itu. ‘Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (Membunuhnya) terkecuali dengan (Alasan) yang sahih, dan tidak berzina’.”

Syirik disebut dosa paling besar. Di dalam fikih disebut akbar al kabair. Ancaman pada musyrik (Pelaku syirik) lebih-lebih secara tegas disebutkan didalam Surat An Nisa ayat 48.

” Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang tidak cuman berasal dari (Syirik) tersebut bagi siapa yang dikehendaki-nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah (Berbuat syirik), maka sungguh ia udah berbuat dosa yang besar.”
Berzina, bahkan dengan istri tetangga, sama dengan menyakiti saudaranya. Tiap tiap Muslim diwajibkan untuk menghormati dan memuliakan tetangga. Berzina sama saja dengan merusak kehormatan itu.

Secara generik, dosa dibagi dua style; dosa besar dan kecil. Kedua macam style dosa ini sebisa bisa saja kudu untuk  dihindari, terutama dosa-dosa yang bisa menghalangi seseorang berasal dari ampunan Allah.

Ada lebih dari satu macam dosa yang sanggup menghalangi ampunan Allah, dan para ulama’ menyebutnya dengan al-kabair, dosa-dosa besar. Di antara dosa-dosa besar yang disepakati para ulama’ ada tiga; menyekutukan Allah, berzina dan membunuh.

Ketiganya merupakan dosa terbesar di sisi Allah dan mesti untuk dijauhi. Hal ini sebagaimana didalam hadis riwayat al-imam Muslim berasal dari Ibnu Mas’Ud, dia bertanya kepada Nabi Saw:

أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ : أَنْ تَجْعَلَ ِللهِ نِـدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ. قَالَ : ثُمَّ أَيُّ؟ قال : أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ. قاَلَ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ. فَأَنْزَلَ الله تَصْدِيْقَ ذَلِكَ [وَالَّذِيْنَ لاَ يَدْعُوْنَ مَعَ الله إِلـهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ الله إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُوْنَ …

“Dosa manakah yang lebih besar? Nabi Saw menjawab: anda menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia udah Menciptakan mu.Ibnu Mas’Ud bertanya lagi. Lalu apa? beliau menjawab, anda membunuh anakmu sebab risi ia makan bersamamu. ibnu Mas’Ud bertanya, lalu apa? beliau menjawab, anda berzina dengan isteri tetanggamu. lantas Allah turunkan surat al-furqan ayat 68 sebagai pembenaran pada jawaban Nabi Saw itu.“dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (Membunuhnya) kalau dengan (Alasan) yang sahih, dan tidak berzina..”

Menyekutukan Allah atau syirik disebut akbar al-kabair, dosa paling besar. Lebih-lebih di di dalam al-qur’an, Allah dengan tegas mengancam tidak akan mengampuni orang yang menyekutan Allah ini kalau dia bertaubat dengan sahih dan sugguh-sungguh. Didalam surat al-nisa’ ayat 48, Allah berfirman:

اِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang tidak cuman berasal dari (Syirik) tersebut bagi siapa yang dikehendaki-nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (Berbuat syirik), maka sungguh ia udah berbuat dosa yang besar.”

Berzina, lebih-lebih dengan istri tetangga, terhitung al-kaba’ir, dosa besar yang sanggup mengahalangi ampunan Allah. Semestinya, di dalam bertetangga mesti saling menghormati satu sama lain dan saling mempertahankan kehormatan masing-masing.

Keimanan seseorang  kepada Allah akan dinilai paripurna dengan menghormati tetangga. Sebaliknya, keimanan akan stigma ketika tidak menghormati tetangga dan tidak mempertahankan kehormatannya.

Di dalam hadis riwayat al-imam al-bukhari dan Muslim, berasal dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya”

Seluruh tersebut jadi penghalang akan ampunan Allah apabila yang bersangkutan tidak langsung bertaubat. Jika yang bersangkutan belum bertaubat, dan meninggal membawa ketiga dosa besar tersebut dikhawatirkan ampunan Allah tidak akan turun padanya. wallahu a’lam.

Please rate this

About Galih semar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *