Polisi Tangkapi Ulama dan Tokoh Kelompok Hefazat-e-islam di Bangladesh

Bangladesh Tangkapi Ulama dan Tokoh Kelompok Hefazat-e-islam

Fikroh.com – Pemerintah Bangladesh telah mengeluarkan perintah untuk menangkap Tokoh-tokoh penting dari jaringan Kelompok Hefazat e-islam. Dalam beberapa hari terakhir, tujuh pemimpin puncak Hefazat-e-Islam, dan lebih dari 100 pemimpin serta aktivis kelompok, telah ditangkap sehubungan dengan seruan anti-Modi di Bangladesh.

Berikut ini beberapa tokoh dan ulama yang ditangkap redaksi fikroh.com berhasil himpun;

  1. Mufti Junaid Al Habib 
  2. Maulana Jalaluddin Ahmed
  3. Maulana Mamunul Hoque
  4. Maulana Jubaer Ahmad
  5. Mufti Sakhawat Hossain Razi
  6. Maualna Azizul Hoque Islamabadi
  7. Maualan Monzurul Islam Afendi
  8. Maulana Iliyas Hamidi
  9. Maualana Rafikul Islam Madani

Maulana Mamunul Hoque (47) pimpinan Hefazat e-Islam sangat menentang kebijakan pemerintah untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan negara tetangga, India yang kerap diskriminatif terhadap islam.

Kelompok pimpinan Hoque mengkritik Perdana Menteri Sheikh Hasina karena mengundang Modi untuk bergabung dalam perayaan 26 Maret peringatan 50 tahun kemerdekaan negara itu. Kritikus menuduh partai nasionalis Hindu Modi memicu polarisasi agama di India dan mendiskriminasi minoritas, terutama Muslim.

Kunjungan dua hari Modi mengundang kekerasan di mana setidaknya 17 pendukung Hefazat-e-Islam tewas dalam bentrokan dengan polisi saat mereka menyerang kantor polisi dan gedung-gedung pemerintah lainnya serta memblokir jalan raya. Di Dhaka, mereka bentrok dengan polisi di luar Masjid utama Baitul Mokarram selama kunjungan tersebut.

Dalam pidatonya di Parlemen Bangladesh awal bulan ini, Hasina memperingatkan kelompok tersebut dan para pemimpinnya bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi jika mereka terus menggunakan kekerasan.

Haque dan rekan-rekannya memimpin kampanye baru-baru ini untuk menentang rencana pendirian patung pemimpin kemerdekaan Sheikh Mujibur Rahman, ayah Hasina, dengan mengatakan bahwa patung itu tidak Islami. Pemerintah mundur.

Hefazat-e-Islam juga ingin pemerintah Hasina memberlakukan undang-undang penistaan ​​di mana siapa pun yang dihukum karena mengkritik nabi Islam akan menghadapi hukuman mati.

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement