Penjelasan Hadits, Penegak Hukum dan Algojo Kejam lagi Lalim Adalah Tanda Kiamat sudah Dekat

Fikroh.com – Salah satu nubuwah akhir zaman yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya adalah munculnya para aparat keamanan dan algojo yang dzalim. Untuk mendapatkan penjelasan hal ini kita bisa merujuk kajian para ulama yang membahas tentang akhir zaman. Rasulullah bersabda:

سَيَكُوْنُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرْطَةٌ يَغْدُوْنَ فِـي غَضَبِ اللهِ، وَيَرُوْحُوْنَ فيِ سَخَطِ اللهِ.

“Kelak akan tiba masanya di akhir zaman para penegak hukum yang pergi dengan membawa kemurkaan Allah dan kembali dengan kemurkaan Allah.” (Shahih al jami’).

 جاء في الحديث: ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ , يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللهِ , وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ. رواه الطبراني وصححه الألباني

Sudah ada keterangan dalam Hadist : “Akan datang sebuah zaman para polisi yang berangkat dengan Murka Allah, dan pulang dengan membawa murka Allah.” (Riwayat Thabrani dan dishahihkan Al-Bani).

 وفي صحيح مسلم قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ، إِنْ طَالَتْ بِكَ مُدَّةٌ، أَنْ تَرَى قَوْمًا فِي أَيْدِيهِمْ مِثْلُ أَذْنَابِ الْبَقَرِ، يَغْدُونَ فِي غَضَبِ اللهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ»

Adapun dalam riwayat Muslim Rasululloh bersabda ”Jika umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat satu kaum yang pergi pada pagi hari dengan kemurkaan Allah dan pulang pada sore hari dengan membawa laknat (murka) Allah, Di tangan tangan mereka ada Cambuk bagaikan ekor sapi”

  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ سُفَهَاءُ يُقَدِّمُونَ شِرَارَ النَّاسِ، وَيَظْهَرُونَ بِخِيَارِهِمْ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ، فَلَا يَكُونَنَّ عَرِيفًا وَلَا شُرْطِيًّا وَلَا جَابِيًا وَلَا خَازِنًا» . رواه أبو يعلى وابن حبان في صحيحه، وقال الهيثمي: رجاله رجال الصحيح خلا عبد الرحمن بن مسعود وهو ثقة اهـ. وحسنه الألباني.

Nabiyullah ‘alaihish shalatu wasallam, bersabda: “Benar-benar akan datang kepada kalian wahai manusia, suatu zaman yang penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Sesiapa hidup dan mendapati zaman mereka janganlah sekali kali menjadi bagian dari mereka baik jadi penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (Riwayat Abu ya’la dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, dan berkata Haitami: para rijalnya shahih, dan di hasankan oleh Al Bani).

Dalam riwayat lain, Abu Said Al Khudry RA, ia berkata, “Rasulullah berdiri di tengah kami dalam salah satu khutbah yang diantara beliau bersabda, ‘Ketahuilah aku hampir saja di panggil (oleh malaikat maut) lalu aku penuhi panggilan tersebut. Sepeninggalku nanti kalian akan dipimpin oleh penguasa yang berkata berdasarkan landasan ilmu dan berbuat berdasarkan ilmu. Taat terhadap mereka adalah ketataan yang benar kepada pemimpinya, dan kalian akan berada dalam kondisi selama beberapa waktu lamanya. Kemudian kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata bukan berdasarkan ilmu dan berbuat bukan berdasarkan landasan ilmu. Siapa saja yang menjadi penasehat mereka, berati ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Bergaullah kalian dengan mereka secara lahiriah, namun janganlah perbuatan kalian mengikuti kelakuan mereka. Saksikanlah, siapa saja yang berbuat baik diantara mereka sebagai orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat buruk diantara mereka sebagai orang yang buruk.’” (Riwayat Thabrani al Baihaqi, Syaikh Al Bani menyatakan hadits ini shahih).

Konteks hadist-hadits di atas menunjukan bahwa akan hadirnya para aparat pemerintah dan aparat keamanan yang di murkai oleh Allah. Menurut penjelasan para ulama bahwa terlaknatnya mereka dikarenakan tindakan mereka itu sendiri. Gemar berlaku dzalim dan menganiaya masyarakat yang tidak salah. Memutuskan hukum secara sepihak dan membahagiakan orang kaya padahal jelas salah dalam sebuah perkara.

Point penting yang harus kita waspadai dari semua ini adalah munculnya para pemerintah otoriter dan diktator yang meninggalakn Islam sebagi asas dalam memerintah. Alhasil, kebijakan yang mereka ambil dalam pemerintahnya berdasarkan hawa nafsu dan akal yang justru akan menimbulkan kerusakan di muka bumi.

Kondisi dengan pemimpin seperti ini masuk dalam fase Mulkan Jabbar, dimana pemerintah sudah tidak lagi memakai Khilafah dalam sistem pemerintahan mereka. Tidak menempatkan al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai undang-undang, dan sudah tidak menjadikan nasehat para ulama yang shalih sebagai penasehat kenegaraan. Apabila demikian, perkara ini cukup menjadi dasar haramnya untuk taat kepada pemerintah yang seperti ini.

Seorang ‘alim, Syeikh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al Wabil dalam kitab Asyraatus Saa’ah beliau menukil Keterangan Imam Nawawi, “Hadist ini adalah diantara mukjizat Nabi. Benar-benar sudah terbukti apa yang dikabarkan oleh beliau, adapun orang orang yang membawa cambuk adalah pengawal-pengawal penguasa yang berbuat kedzaliman.” (Syarah Nawawi).

Maka tidak aneh bila sekarang ini kita dapati diantara akhlak oknum petugas keamanan, tentara, dan aparat pemerintahan semena-mena terhadap kaum muslimin yang ingin menegakan Tauhid dan sunnah Rasulullah.

Dilain sisi muncul para ulama yang justru membenarkan tingkah laku para aparat dzalim. Keberadaan ‘ulama’ seperti inilah yang menjadi pijakan para aparat pemerintah kian menindas pejuang Islam. Para mujahid dicap sebagai khawarij, bughat, pemberontak atau sekte takfiri. Alhasil dengan stempel itu mereka halalkan para aparat untuk menangkap sesuka hati. Yang ujung-ujungnya adalah membuat musuh kaum muslimin justru senang. Na’udzubillah.

Kita memohon kepada Allah, agar kita dijauhkan dari sifat dzalim dan Allah tetap teguhkan dalam hati kaum muslimin dalam manhaj salafus shalih memperjuangkan Islam hingga tegak khilafah Islam di muka bumi. Wallahualam bis Shawab.(*)

Penulis: Abdullah Protonema Al Islamy

Sumber: voa-islam.com

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement