Penjelasan 5 Dampak Buruk Syirik

Penjelasan 5 Dampak Buruk Syirik

Fikroh.com – Pembahasan ini penting kita pelajari karena ini adalah salah satu dakwah yang disampaikan oleh para Rasul yaitu memperingatkan manusia akan dampak negatif kesyirikan. Seseorang tidaklah memiliki tauhid yang sempurna kecuali setelah ia sudah menghilangkan segala bentuk macam kesyirikan yang ada pada dirinya. Oleh karena itu kita dapati kalimat tauhid, “Laa ilaaha illallaah” terdapat 2 rukun, yakni: 

1) kita menafikkan semua sesembahan-sesembahan yang bathil selain Allah

2) kita menetapkan hanya Allah saja sebagai Illah yang haq untuk kita sembah.

Kalau kita tidak mempelajari tentang syirik (pengertian syirik, dampak buruk dari kesyirikan, macam-macam kesyirikan) dikhawatirkan kita terjerumus ke dalam kesyirikan. Padahal kesyirikan adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa ta’aala.

Pada hakikatnya kesyirikan itu adalah biangnya keburukan. Pelajaran dari Ibnu Hudzaifah Ibn Yaman, ketika beliau menyebutkan, “Pada zaman dahulu para sahabat menanyakan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena aku khawatir terjerumus ke dalam keburukan tersebut”.

Jika seorang mukmin tidak tahu akan kewajiban bagi dirinya untuk mempelajari masalah aqidah maka ia tidak akan mengerti hakikat Dien yang sedang ia peluk. Kita tidak bisa merasakan betapa indahnya tauhid bila kita tidak bisa mempelajari yang menjadi lawan dari tauhid itu sendiri yaitu syirik dan sarana-sarananya baik yang berkaitan dengan Syirik Akbar maupun Syirik Ashgar.

Dampak Buruk Dari Kesyirikan

1. Pelaku syirik besar tidak akan diampuni dosanya oleh Allah Subhanahu wa ta’aala

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’aala dalam Surah An-Nisa: 48 & 116, yaitu:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

2. Pelaku Syirik “halal” masuk neraka

Dalam Surah Al-Ma’idah: 72, Allah Subhanahu wa ta’aala berfirman:

“…..Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dgn) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.”

3. Pelaku kesyirikan akan dihapus amalan dan pahala amalannya

Syirik merupakan perusak yang paling utama dari semua amalan dan pahala amalan, perbedaannya:

  • Syirik besar, akan menghapus seluruh amalan & pahala amalan
  • Syirik ashgar, akan merusak kesempurnaan / tidak sampai merusak keseluruhan dzatnya.

Dalam Surah Az-Zumar: 65, Allah Subhanahu wa ta’aala berfirman:

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”

Semakna dengan surah di atas, Allah Subhanahu wa ta’aala berfirman dalam Surah Al-An’am: 88

 “itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”

Begitu juga Allah Subhanahu wa ta’aala membuat perumpamaan bahwa amalan-amalan orang kafir itu ibarat fatamorgana (menjadi sesuatu yang hilang atau yang samar). Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nur: 39, yaitu:

“Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu yang apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” 

Kebaikan sebanyak apapun dan sebagus apapun oleh orang-orang kafir tidak akan bermanfaat dan tidak akan menjadi hitungan di sisi Allah Subhanahu wa ta’aala pada hari kiamat. Semakna pada surah di atas, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Ibrahim: 18

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhan-nya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yg di tiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”

4. Kesyirikan adalah kedzaliman yang sangat besar

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala QS. Luqman: 13,

 “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yg besar.”

Dikatakan kedzaliman yang besar karena orang yang berbuat syirik tidak bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, sesuatu yang tidak layak untuk disembah, sesuatu yang tidak layak untuk dimintai pertolongan, beristighasah dan beristi’anah.

5. Syirik Dosa besar yang paling besar

Di antara jajaran dosa-dosa besar, maka kesyirikan menempati urutan pertama. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata kepada sahabat,

“maukah aku beri tahu kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar?”, kemudian para sahabat berkata, “tentu, yaa Rasulullaah, kami ingin tahu apa dosa besar yang paling besar”, maka Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan, “Syirik kepada Allah”.

Bahaya dan dampak buruk kesyirikan menjadi sebab kita wajib takut terhadap kesyirikan, sebab lain yang mejadikan kita wajib takut terhadap kesyirikan: banyaknya manusia yang terjerumus kedalam kesyirikan karena begitu banyaknya bentuk, macam kesyirikan juga karena samarnya perkara kesyirikan.

Ini sangat jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada masa orang-orang Quraisy terdahulu (orang-orang syirik terdahulu), dahulu mereka melakukan kesyirikan pada saat hidup senang, tetapi ketika mereka ditimpa kesulitan dan musibah maka mereka cepat-cepat menjauhi kesyirikan tersebut.

Apalagi sekarang ini sudah mulai dicekoki adanya tokoh-tokoh pelaku kesyirikan tetapi seperti memiliki ilmu “putih”, sehingga disebutkan bila orang memiliki ilmu sihir tetapi dalam rangka menolong, memberantas ilmu-ilmu “hitam” disebut sebagai orang baik. Padahal hakikatnya ini JUSTRU BERBAHAYA daripada orang yang memiliki ilmu sihir “hitam” karena akan tersamarkan dan mereka akan disebut sebagai orang yang shalih, mereka disebut wali Allah (orang yang memiliki kekhususan dari Allah Subhanahu wa ta’ala). YANG MEMBEDAKAN terlihat pada warna bajunya saja, pada dasarnya adalah sama-sama pelaku kesyirikan.

Seperti dukun yang memakai baju atau jubah putih, bacaannya dzikir dihitung-hitung 10 ribu kali, 20 ribu kali (sifat ghuluw) dan lain-lain. Kalau dukun ilmu hitam, baju/jubahnya hitam-hitam. Sehingga mereka seperti mata uang dan LEBIH BERBAHAYA bila menipu orang-orang yang awam.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement