Pasti Belum Banyak yang Tahu, Berikut Ini Cara Cara Astronaut Tidur di Luar Angkasa

Tidur merupakan salah satu kesibukan yang harus ditunaikan oleh semua manusia di global. Tidur bukan sebatas semata-mata harus, tapi tidur juga jadi keperluan bagi tiap-tiap manusia. Dengan tidur seseorang mampu mengistirahatkan tubuhnya, sesudah laksanakan tak terhitung kesibukan sebelumnya.

Tidur juga merupakan kegiatan yang enteng dijalankan oleh kebanyakan orang dengan cara memejamkan matanya untuk sebagian kala. Dan pada umumnya tidur dilaksanakan dengan cara berbaring diatas alas yang bisa digunakan untuk tidur.

Kami juga bisa merasakan tidur dengan nyaman selama berada di bumi, tanpa takut badan melayang atau resiko lainnya.

Tapi pernah kah kamu berfikir bagaimana cara astronaut tidur di luar angkasa?.

Pasti saja hal ini tidak tak terhitung diketahui oleh kebanyakan orang yang tinggal di bumi. Keperluan tidur sama bagi tiap tiap orang baik yang tinggal di bumi maupun di luar angkasa.

Orang yang mengalami kekurangan pas tidur akan terpengaruh kemampuan kognitif dan kesehatannya. Tak hanya tersebut kekurangan jam tidur bisa sebabkan ritme sirkadian dan jam hayati rusak.

Untuk orang-orang yang tinggal di luar angkasa, mempertahankan ritme sirkadian jadi hal yang diakui signifikan. Gara-gara apabila berlangsung gangguan pada hal itu maka akan memicu kelelahan, perubahan kondisi hati, gangguan metabolisme tubuh, penyakit pada jantung, dan juga persoalan di pencernaan.

Oleh sebab tersebut, seorang astronaut punyai trik atau cara untuk bisa menguasai bagaimana tidur di luar angkasa. Berikut ini sebagian cara astronaut tidur di luar angkasa.

Laksanakan Pendidikan dan Pelatihan Tidur melakukan aktivitas studi terkait pendidikan dan pelatihan tidur kemungkinan terdengar tidak vital. Akan tapi, apabila paham faktor-faktor yang bisa memengaruhi mutu tidur seorang manusia maka akan mendorong untuk miliki norma sehat.

Lakukan olahraga, mempertahankan pola makan, dan kurangi intensitas menatap layar di malam hari mampu menopang untuk menjaga jadwal  tidur yang sahih dan ritme sirkadian yang baik.

menjaga dan menjaga jadwal tidur sama dengan mempertahankan ritme sikardian seseorang yang punyai faedah untuk menghindar adanya tidak bisa tidur dan kelelahan.

Orang yang tinggal di bumi mampu menyesuaikan diri secara alami dan hanyalah saksikan 1 kali matahari terbit tiap-tiap harinya. Akan tapi terlalu berbeda dengan orang yang tinggal di luar angkasa, mereka saksikan matahari terbit atau tenggelam sebanyak 15 hingga 16 kali sehari.

Pengalaman memirsa matahari terbit dan tenggelam lebih berasal dari sekali kemungkinan jadi hal yang baru dan luar biasa, akan namun dengan kenyataan itu maka seorang astronaut mampu terganggu didalam mempertahankan jadwal tidurnya. Oleh sebab tersebut, para astronaut memakai Greenwich Mean Time untuk menopang mempertahankan jadwal tidur.

Mereka tidak menyesuaikan diri dengan alami namun mereka melatih diri untuk bisa menjaga ritme sirkadian.

Lingkungan Daerah Tidur seorang astronaut akan berusaha untuk bisa menciptakan keadaan lingkungan untuk daerah tidur yang nyaman dan kondusif.

Sekarang ini seorang astronaut mengenakan daerah tidur pribadi, yang artinya satu daerah tidur sekedar untuk satu orang saja. Dengan begitu, mereka bisa kurangi adanya gangguan antara astronaut satu dengan yang lain.

Tak hanya tersebut ada sebagian faktor yang memengaruhi mutu tidur seorang astronaut, diantaranya yaitu suhu, cahaya, genre udara, karbon dioksia, kebisingan, dan juga pembatas spesifik untuk tubuh sehingga tidak melayang sementara tengah tidur.

begitulah situasi ketika astronot yang tengah di luar angkasa tidur. Mesikpun tidak praktis, mereka tetap bisa tidur lelap dengan ruang terbatas gara-gara kodrat manusia yang tetap membutuhkan istirahat.

Please rate this

About Galih semar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *