Untitled Post

 “Islamization of psychology” menjadi istilah yang asing di telinga para ahli pada masa itu. Professor Malik Babikir Badri menggulirkan wacana tersebut kepada rekan sejawatnya, para ilmuwan Psikologi di Timur Tengah, pada tahun 1960-an. Respons atasnya cukup beragam, namun sebagian besar memandang itu dengan tatapan skeptis. Mereka menganggap ilmu psikologi adalah ‘netral’ sehingga tak perlu ‘diislamkan’

Badri menjelaskan paradigma ilmu psikologi berbeda dengan paradigma sains eksakta. Dalam eksakta, setiap ada paradigma baru, maka paradigma lama ditinggalkan; sedangkan dalam psikologi, ketika paradigma baru hadir dengan banyak pengikut, paradigma lama tidak mati begitu saja. Apalagi teori-teori psikologi Barat yang berkembang lebih tepat disebut armchair speculation, sebab teori dan hipotesisnya tidak dapat dikonfirmasi dengan pengamatan empiris. 

Teori-teori psikologi Barat baik dari Psikoanalisa, Behavioristik, dan Humanistik, lanjut lelaki Sudan ini, memiliki benang merah yang sama: lahir dari iklim sekularisasi ilmu pengetahuan. Mereka punya semangat meninggalkan Tuhan, tetapi menciptakan “tuhan baru” bernama unconsciousness, stimulus-response, humanism, dll. 

Pada saat itulah Badri menulis artikel “Muslim Psychologists in the Lizard’s Hole”, yang dengan gamblang mengambil ungkapan hadis Nabi Saw. bahwa muslim suatu saat akan mengikuti langkah orang kafir sejengkal demi sejengkal, bahkan bila harus memasuki “lubang biawak”. Istilah ini berangkat dari keprihatinannya melihat para ilmuwan psikologi muslim pada saat itu yang tanpa kritis mengekor dan mengajarkan teori-teori Psikologi Barat.

Dalam ranah pergerakan, beliau mendirikan IAMP (International Association of Muslim Psychologists), yang memiliki cabang di berbagai negara. Dengan pikiran dan praktik yang menyatu dalam ikhtiar beliau selama sekian dekade itu, para ilmuwan psikologi muslim di seluruh dunia berutang budi banyak kepadanya. Ia tak kenal lelah menarik tangan-tangan mereka yang sudah di ujung lubang biawak itu, agar kembali memahami makna manusia dan masalah-masalah jiwanya sesuai pandangan-hidup Islam.

Semoga Allah merahmatinya di alam kekal…

Teks: Tio dan Alam

Foto: islamicpsychology.org

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement