Muharram, Hijrah,dengan Pengorbanan Pengerbonan dan Perubahan

Keyakinan dan Pengorbananperistiwa hijrah Nabi saw. bersama dengan para sahabat beliau berasal dari Makkah ke Madinah disepakati sebagai awal almanak kalender Hijrah atas usul Khalifah Umar bin al-khaththab ra. Hal ini dicatat oleh Ibnu al-jauziy di dalam kitabnya, Al-Muntazham fi Tarikh al-muluk wa al-umam (4/227).

Dengan menelaah Sirah Nabi saw., siapapun akan memahami bahwa hijrah Nabi saw. dan para sahabat adalah momen besar, lebih-lebih jadi tonggak tegaknya Islam di muka bumi. Lewat hijrah, Islam jadi daya besar yang menebarkan rahmat ke semua umat manusia. Berbeda dengan sebelumnya, selama 13 th di Makkah, dakwah Islam menemui kesukaran apalagi jalan buntu. Caci-Maki sampai penganiayaan dialami Rasulullah saw. dan para sahabat. Hal ini yang sempat mengakibatkan Rasulullah saw. berduka sampai turun ayat yang menghibur beliau:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

Sungguh udah didustakan pula para rasul sebelum anda. Lalu mereka sabar atas pendustaan dan penganiayaan (Yang dijalankan) pada mereka hingga berkunjung pemberian Allah kepada mereka. Tak ada seorang pun yang bisa mengubah kalimat-kalimat (Janji-Janji) Allah. Sungguh udah mampir kepadamu lebih dari satu berasal dari informasi para rasul tersebut (Tqs al-an’am [6]: 34).

Imam Ibnu Katsir menerangkan: “Ayat ini merupakan hiburan bagi hati Nabi Muhammad saw., ungkapan bantuan kepada beliau di dalam menghadapi orang-orang yang mendustakan beliau berasal dari kalangan kaum beliau, dan juga perintah kepada beliau supaya bersabar sebagaimana sikap sabar ulul ‘Azmi berasal dari kalangan para rasul terdahulu. Ayat ini pun memiliki kandungan janji Allah kepada Nabi-Nya bahwa Dia akan mendukung dirinya sebagaimana Dia udah menunjang para rasul terdahulu, sesudah itu mereka meraih kemenangan. Pada pada akhirnya implikasi yang baik diperoleh para rasul sehabis mereka mengalami pendustaan dan gangguan berasal dari kaumnya masing-masing. Sehabis tersebut datanglah kepada mereka bantuan dan kemenangan di global dan di akhirat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/252).

Hijrah adalah pengorbanan. Tidak cuman perlu menempuh perjalanan yang berat dengan jeda lebih berasal dari 400 km, kaum Muslim menghadapi dua ujian di dalam berhijrah. Pertama: Ujian keimanan. Mereka mesti meninggalkan negeri asal mereka, harta benda, area tinggal apalagi keluarga mereka. Mereka berpindah ke negeri yang di sana tak ada sanak kerabat. Mereka pun tidak dijanjikan akan mendapat daerah tinggal baru atau mata pencaharian baru sebagai ganti harta yang mereka tinggalkan. Sekedar bermodalkan keyakinan dukungan Allah SWT mereka berhijrah. Allah SWT pun memberi tambahan pujian dan pahala tak terhitung kepada kaum Muhajirin.

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Orang-Orang yang berhijrah di jalan Allah, sesudah itu mereka dibunuh atau mati, sahih-sahih Allah akan memberi mereka rezeki yang baik (Surga). Sungguh Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki (Tqs al-hajj [2]: 58).

Kedua: Kaum Muslim yang berhijrah juga menghadapi ujian pengorbanan dan penentangan berasal dari kaumnya. Zainab binti Rasulullah saw., misalnya. Ia mesti rela berpisah dengan suaminya, Abu al-ash bin Rabi, yang masih musyrik dan menampik ikut berhijrah. Keluarga suaminya juga menghadang Zainab yang sedang hamil empat bulan sampai dirinya terjatuh dan mengalami keguguran. Sehabis pulih berasal dari lukanya, Zainab ulang berangkat berhijrah meninggalkan suaminya.

Sahabat lain, Suhaib ar-rumiy ra., sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir, 1/421), mengorbankan harta yang dia bawa berasal dari rumahnya untuk diberikan kepada kaum musyrik yang menghadang dirinya di perjalanan ketimbang ia lagi ke Makkah. Setibanya di Madinah dan ia menceritakan momen yang ia alami, terhitung harta yang ia berikan kepada para penghadangnya, Rasulullah saw. memuji dirinya, “Beruntunglah perdagangan Suhaib!” Dua kali pujian tersebut diulang Nabi saw. Lantas turunlah firman Allah Swt:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya dikarenakan melacak ridha Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-nya (Tqs al-baqarah [2]: 207).

Perubahan Kekuatanmomen hijrah Nabi saw. dengan dengan para sahabat beliau berasal berasal dari Makkah ke Madinah disepakati sebagai awal penanggalan kalender Hijrah atas usul Khalifah Umar bin al-khaththab ra. Hal ini dicatat oleh Ibnu al-jauziy di di dalam kitabnya, Al-Muntazham fi Tarikh al-muluk wa al-umam (4/227).

Dengan menelaah Sirah Nabi saw., siapapun akan tahu bahwa hijrah Nabi saw. dan para sahabat adalah moment besar, lebih-lebih menjadi tonggak tegaknya Islam di muka bumi. Melalui hijrah, Islam menjadi kekuatan besar yang menebarkan rahmat ke seluruh umat manusia. Berbeda dengan sebelumnya, selama 13 tahunan di Makkah, dakwah Islam menemui kesukaran lebih-lebih jalan buntu. Caci-Maki hingga penganiayaan dialami Rasulullah saw. dan para sahabat. Hal ini yang sempat membawa dampak Rasulullah saw. berduka hingga turun ayat yang menghibur beliau:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

Sungguh udah didustakan pula para rasul sebelum kamu. Lalu mereka sabar atas pendustaan dan penganiayaan (Yang dilakukan) pada mereka sampai berkunjung dukungan Allah kepada mereka. Tak ada seorang pun yang sanggup mengubah kalimat-kalimat (Janji-Janji) Allah. Sungguh telah singgah kepadamu lebih berasal dari satu berasal berasal dari berita para rasul itu (Tqs al-an’am [6]: 34).

Imam Ibnu Katsir menerangkan: “Ayat ini merupakan hiburan bagi hati Nabi Muhammad saw., ungkapan pemberian kepada beliau di dalam menghadapi orang-orang yang mendustakan beliau berasal berasal dari kalangan kaum beliau, dan juga perintah kepada beliau sehingga bersabar sebagaimana sikap sabar ulul ‘Azmi berasal berasal dari kalangan para rasul terdahulu. Ayat ini pun punya takaran janji Allah kepada Nabi-Nya bahwa Dia akan menolong dirinya sebagaimana Dia udah membantu para rasul terdahulu, sehabis tersebut mereka beroleh kemenangan. Pada pada akhirnya akibat yang baik diperoleh para rasul sesudah mereka mengalami pendustaan dan gangguan berasal berasal dari kaumnya masing-masing. Setelah itu datanglah kepada mereka dukungan dan kemenangan di dunia dan di akhirat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/252).

Hijrah adalah pengorbanan. Tak hanyalah wajib menempuh perjalanan yang berat dengan jarak lebih berasal berasal dari 400 km, kaum Muslim menghadapi dua ujian di di dalam berhijrah. Pertama: Ujian keimanan. Mereka mesti meninggalkan negeri asal mereka, harta benda, area tinggal bahkan keluarga mereka. Mereka berpindah ke negeri yang di sana tak ada sanak kerabat. Mereka pun tidak dijanjikan akan mendapat tempat tinggal baru atau mata pencaharian baru sebagai ganti harta yang mereka tinggalkan. Hanya bermodalkan keyakinan pertolongan Allah SWT mereka berhijrah. Allah SWT pun memberi tambahan pujian dan pahala tak termasuk kepada kaum Muhajirin.

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Orang-Orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberi mereka rezeki yang baik (Surga). Sungguh Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki (Tqs al-hajj [2]: 58).

Kedua: Kaum Muslim yang berhijrah juga menghadapi ujian pengorbanan dan penentangan berasal berasal dari kaumnya. Zainab binti Rasulullah saw., misalnya. Ia wajib rela berpisah dengan suaminya, Abu al-ash bin Rabi, yang masih musyrik dan menolak ikut berhijrah. Keluarga suaminya juga menghadang Zainab yang tengah hamil empat bulan hingga dirinya terjatuh dan mengalami keguguran. Setelah pulih berasal berasal dari lukanya, Zainab lagi berangkat berhijrah meninggalkan suaminya.

Sahabat lain, Suhaib ar-rumiy ra., sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir, 1/421), mengorbankan harta yang dia bawa berasal berasal dari rumahnya untuk diberikan kepada kaum musyrik yang menghadang dirinya di perjalanan ketimbang ia lagi ke Makkah. Setibanya di Madinah dan ia menceritakan peristiwa yang ia alami, termasuk harta yang ia berikan kepada para penghadangnya, Rasulullah saw. memuji dirinya, “Beruntunglah perdagangan Suhaib!” Dua kali pujian itu diulang Nabi saw. Sehabis tersebut turunlah firman Allah Swt:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari ridha Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-nya (Tqs al-baqarah [2]: 207).

Hijrah Nabi saw. ke Madinah bukanlah sebab beliau ingin menghambat berasal dari kesulitan demi kesulitan yang menghadang dakwah beliau selama di Makkah. Hijrah juga bukan sebab Rasulullah saw. telah tidak bisa bersabar lagi menghadapi halangan dakwah. Tapi, beliau tahu bahwa rakyat Makkah berpikiran dangkal, bebal dan berkubang di dalam kesesatan. Gara-gara tersebut beliau menonton bahwa dakwah perlu dialihkan berasal dari keadaan penduduk semacam ini ke suasana rakyat yang aman dan siap terima Islam.

Allah SWT lalu mengimbuhkan dukungan dengan kedatangan orang-orang suku Aus dan Khazraj berasal dari Yatsrib (Madinah). Dua kabilah ini terkenal dengan daya mereka sebab terbiasa berperang. Negeri mereka pun punyai posisi geostrategis yang luar biasa. Terletak di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Hal ini  &Nbsp;Mencemaskan orang-orang Quraisy seandainya Rasulullah saw. berkuasa di Madinah.

Madinah juga mempunyai huma yang lebih fertile ketimbang Makkah dikarenakan terletak di antara dua tanah vulkanik; al-wabarah di Barat, Waqim di Timur, Uhud dan Sil’U di Utara, dan juga gunung Ir di Barat Kekuatan. Tak hanya menambahkan kesuburan, posisi Madinah yang demikian secara militer sebabkan wilayah ini sulit untuk diterobos dan diserbu musuh.

Ini disadari oleh kaum musyrik Quraisy. Mereka mencemaskan Islam jadi daya besar yang bisa mengalahkan mereka. Gara-gara tersebut mereka berusaha keras menghadang hijrah kaum Muslim, khususnya Rasulullah saw. Tetapi, dengan izin Allah, beliau bisa menerobos kepungan orang-orang kafir Quraisy dan lolos berasal dari kejaran mereka sampai beliau tiba di Madinah.

Setiba di Madinah, Rasulullah saw. jalankan sejumlah langkah untuk membangun daya di dalam wujud Negara Islam pertama di global yang kokoh. Pertama: Rasulullah saw. berhasil menyatukan suku Aus dan Khazraj yang bermusuhan. Beliau juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.

Kedua: Rasulullah saw. mengikat semua pihak di Madinah dan sekitarnya, layaknya kaum musyrik dan Yahudi, dengan Piagam Madinah. Tujuannya, antara lain, supaya eksistensi Negara Islam yang dibangun tidak digoyahkan oleh siapapun. Seluruh terikat dengan Piagam Madinah untuk saling mempertahankan dan melindungi. Mereka tidak boleh bersekutu dengan musuh untuk menyerang satu sama lain. Seluruh pihak setuju untuk tunduk pada hukum-hukum Islam (Menyaksikan: Piagam Madinah, Klausul no. 45).

Ketiga: Rasulullah saw. menyusun struktur pemerintahan Islam di Madinah dan menjalankan syariah Islam secara kaffah di sana. Abu Bakar dan Umar bin al-khattab ra. diangkat sebagai mu’awin atau pembantu beliau didalam pemerintahan. Nabi saw. bersabda:

وَزِيرَايَ مِن السَّمَاء جِبْرِيل وَ مِيكَائِيل وَ مِن أَهْلِ الأَرْضِ أَبُو بَكر وَ عُمَر

Pembantuku berasal dari langit adalah Jibril dan Mikail, waktu  pembantuku berasal dari rakyat bumi adalah Abu Bakar dan Umar (Hr al-hakim dan Tirmidzi).

Rasulullah saw. mengangkat Qais bin Saad sebagai pimpinan Kepolisian sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-bukhari. Beliau juga mengangkat sejumlah sahabat sebagai komandan pasukan untuk ekspedisi militer jihad fi sabilillah.

Dakwah Islam dan jihad fi sabilillah pun ditunaikan oleh Rasulullah saw. selama hidup di Madinah. Beliau antara lain memimpin Penaklukan Makkah pada lepas 17 Ramadhan 8 H dengan mengerahkan 10 ribu tentara kaum Muslim. Sementara Rasulullah saw. wafat, semua Jazirah Arab sudah masuk ke didalam kekuasaan kaum Muslim (Negara Islam). Perluasan Islam ini diteruskan oleh Khulafa ar-rasyidin, lalu oleh para khalifah berikutnya.

Wahai kaum Muslim! Moment hijrah sudah memberi tambahan keteladanan dan pelajaran vital. Betapa perubahan penduduk menuju tatanan yang penuh rahmat dan keadilan tidak bisa saja berjalan tanpa Islam. Perubahan itu tak bisa saja berjalan tanpa pengorbanan. Kaum Muslim generasi awal udah mencontohkan bahwa kemenangan dan perubahan besar tersebut cuman bisa gara-gara  pengorbanan yang besar di jalan Allah. Semoga kami bisa mengikuti jejak mereka. Aamiin. Wallahu a’lam. []

Allah SWT lalu beri tambahan perlindungan dengan kedatangan orang-orang suku Aus dan Khazraj berasal dari Yatsrib (Madinah). Dua kabilah ini terkenal dengan energi mereka dikarenakan terbiasa berperang. Negeri mereka pun punyai posisi geostrategis yang luar biasa. Terletak di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Hal ini  &Nbsp;Mencemaskan orang-orang Quraisy seandainya Rasulullah saw. berkuasa di Madinah.

Madinah juga miliki huma yang lebih fertile ketimbang Makkah sebab terletak di antara dua tanah vulkanik; al-wabarah di Barat, Waqim di Timur, Uhud dan Sil’U di Utara, dan juga gunung Ir di Barat Energi. Tak hanya memberi tambahan kesuburan, posisi Madinah yang demikian secara militer mengakibatkan wilayah ini sulit untuk diterobos dan diserbu musuh.

Ini disadari oleh kaum musyrik Quraisy. Mereka mencemaskan Islam jadi daya besar yang bisa mengalahkan mereka. Dikarenakan tersebut mereka berusaha keras menghadang hijrah kaum Muslim, khususnya Rasulullah saw. Tapi, dengan izin Allah, beliau mampu menerobos kepungan orang-orang kafir Quraisy dan lolos berasal dari kejaran mereka sampai beliau tiba di Madinah.

Setiba di Madinah, Rasulullah saw. laksanakan sejumlah langkah untuk membangun daya di dalam wujud Negara Islam pertama di global yang kokoh. Pertama: Rasulullah saw. berhasil menyatukan suku Aus dan Khazraj yang bermusuhan. Beliau juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.

Kedua: Rasulullah saw. mengikat semua pihak di Madinah dan sekitarnya, layaknya kaum musyrik dan Yahudi, dengan Piagam Madinah. Tujuannya, antara lain, supaya eksistensi Negara Islam yang dibangun tidak digoyahkan oleh siapapun. Seluruh terikat dengan Piagam Madinah untuk saling mempertahankan dan melindungi. Mereka tidak boleh bersekutu dengan musuh untuk menyerang satu sama lain. Seluruh pihak setuju untuk tunduk pada hukum-hukum Islam (Melihat: Piagam Madinah, Klausul no. 45).

Ketiga: Rasulullah saw. menyusun struktur pemerintahan Islam di Madinah dan menjalankan syariah Islam secara kaffah di sana. Abu Bakar dan Umar bin al-khattab ra. diangkat sebagai mu’awin atau pembantu beliau didalam pemerintahan. Nabi saw. bersabda:

وَزِيرَايَ مِن السَّمَاء جِبْرِيل وَ مِيكَائِيل وَ مِن أَهْلِ الأَرْضِ أَبُو بَكر وَ عُمَر

Pembantuku berasal dari langit adalah Jibril dan Mikail, selagi  pembantuku berasal dari rakyat bumi adalah Abu Bakar dan Umar (Hr al-hakim dan Tirmidzi).

Rasulullah saw. mengangkat Qais bin Saad sebagai pimpinan Kepolisian sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-bukhari. Beliau juga mengangkat sejumlah sahabat sebagai komandan pasukan untuk ekspedisi militer jihad fi sabilillah.

Dakwah Islam dan jihad fi sabilillah pun dijalankan oleh Rasulullah saw. selama hidup di Madinah. Beliau antara lain memimpin Penaklukan Makkah pada lepas 17 Ramadhan 8 H dengan mengerahkan 10 ribu tentara kaum Muslim. Sementara Rasulullah saw. wafat, semua Jazirah Arab sudah masuk ke didalam kekuasaan kaum Muslim (Negara Islam). Perluasan Islam ini diteruskan oleh Khulafa ar-rasyidin, lalu oleh para khalifah berikutnya.

Wahai kaum Muslim! Moment hijrah udah memberi tambahan keteladanan dan pelajaran berarti. Betapa perubahan rakyat menuju tatanan yang penuh rahmat dan keadilan tidak kemungkinan berjalan tanpa Islam. Perubahan itu tak kemungkinan berlangsung tanpa pengorbanan. Kaum Muslim generasi awal sudah mencontohkan bahwa kemenangan dan perubahan besar tersebut hanyalah bisa gara-gara  pengorbanan yang besar di jalan Allah. Semoga kami bisa mengikuti jejak mereka. Aamiin. Wallahu a’lam. [] Allah SWT lalu beri tambahan bantuan dengan kedatangan orang-orang suku Aus dan Khazraj berasal dari Yatsrib (Madinah). Dua kabilah ini terkenal dengan daya mereka gara-gara terbiasa berperang. Negeri mereka pun mempunyai posisi geostrategis yang luar biasa. Terletak di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Hal ini  &Nbsp;Mencemaskan orang-orang Quraisy seandainya Rasulullah saw. berkuasa di Madinah.

Madinah juga miliki huma yang lebih fertile ketimbang Makkah dikarenakan terletak di antara dua tanah vulkanik; al-wabarah di Barat, Waqim di Timur, Uhud dan Sil’U di Utara, dan juga gunung Ir di Barat Kekuatan. Tidak cuman menambahkan kesuburan, posisi Madinah yang demikian secara militer memicu wilayah ini sulit untuk diterobos dan diserbu musuh.

Ini disadari oleh kaum musyrik Quraisy. Mereka mencemaskan Islam jadi energi besar yang bisa mengalahkan mereka. Dikarenakan tersebut mereka berusaha keras menghadang hijrah kaum Muslim, khususnya Rasulullah saw. Tapi, dengan izin Allah, beliau bisa menerobos kepungan orang-orang kafir Quraisy dan lolos berasal dari kejaran mereka sampai beliau tiba di Madinah.

Setiba di Madinah, Rasulullah saw. laksanakan sejumlah langkah untuk membangun energi didalam wujud Negara Islam pertama di global yang kokoh. Pertama: Rasulullah saw. berhasil menyatukan suku Aus dan Khazraj yang bermusuhan. Beliau juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.

Kedua: Rasulullah saw. mengikat semua pihak di Madinah dan sekitarnya, layaknya kaum musyrik dan Yahudi, dengan Piagam Madinah. Tujuannya, antara lain, sehingga eksistensi Negara Islam yang dibangun tidak digoyahkan oleh siapapun. Seluruh terikat dengan Piagam Madinah untuk saling mempertahankan dan melindungi. Mereka tidak boleh bersekutu dengan musuh untuk menyerang satu sama lain. Seluruh pihak setuju untuk tunduk pada hukum-hukum Islam (Menonton: Piagam Madinah, Klausul no. 45).

Ketiga: Rasulullah saw. menyusun struktur pemerintahan Islam di Madinah dan menjalankan syariah Islam secara kaffah di sana. Abu Bakar dan Umar bin al-khattab ra. diangkat sebagai mu’awin atau pembantu beliau di dalam pemerintahan. Nabi saw. bersabda:

وَزِيرَايَ مِن السَّمَاء جِبْرِيل وَ مِيكَائِيل وَ مِن أَهْلِ الأَرْضِ أَبُو بَكر وَ عُمَر

Pembantuku berasal dari langit adalah Jibril dan Mikail, pas  pembantuku berasal dari masyarakat bumi adalah Abu Bakar dan Umar (Hr al-hakim dan Tirmidzi).

Rasulullah saw. mengangkat Qais bin Saad sebagai pimpinan Kepolisian sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-bukhari. Beliau juga mengangkat sejumlah sahabat sebagai komandan pasukan untuk ekspedisi militer jihad fi sabilillah.

Dakwah Islam dan jihad fi sabilillah pun ditunaikan oleh Rasulullah saw. selama hidup di Madinah. Beliau antara lain memimpin Penaklukan Makkah pada lepas 17 Ramadhan 8 H dengan mengerahkan 10 ribu tentara kaum Muslim. Waktu Rasulullah saw. wafat, semua Jazirah Arab sudah masuk ke di dalam kekuasaan kaum Muslim (Negara Islam). Perluasan Islam ini diteruskan oleh Khulafa ar-rasyidin, lalu oleh para khalifah berikutnya.

Wahai kaum Muslim! Moment hijrah udah mengimbuhkan keteladanan dan pelajaran berarti. Betapa perubahan penduduk menuju tatanan yang penuh rahmat dan keadilan tidak kemungkinan berjalan tanpa Islam. Perubahan itu tak kemungkinan berlangsung tanpa pengorbanan. Kaum Muslim generasi awal udah mencontohkan bahwa kemenangan dan perubahan besar tersebut sekedar bisa dikarenakan  pengorbanan yang besar di jalan Allah. Semoga kami bisa mengikuti jejak mereka. Aamiin. Wallahu a’lam.

Tahunan 1442 H udah berlalu. Kami sekarang berada di th baru 1443 H. Beraneka situasi duka berlangsung sepanjang tahunan lalu. Pandemi udah terjadi dua th. Krisis ekonomi makin memicu kehidupan negeri terpuruk. Korupsi tetap merajalela. Bermacam penistaan pada ajaran Islam dan juga ketidakadilan hukum konsisten  ditimpakan kepada tokoh-tokoh umat. Sebab tersebut besar asa dan keinginan umat supaya moment hijrah mampu mengubah kondisi negeri ini menuju situasi yang lebih islami, berada di jalan yang diridhai Allah Swt.

About Galih semar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *