Misteri Kunjungan UFO Pada 780.000 Tahun Yang Lalu

Misteri Kunjungan Ufo Pada 780.000 Tahun Yang Lalu

Fikroh.com – Terdapat banyak kasus penampakan UFO yang sangat terkenal dalam beberapa dekade terakhir, namun kita semua tentu bertanya-tanya kapan fenomena ganjil nan misterius seperti itu di mulai?, kapan kunjungan UFO pertama kali teridentifikasi secara tertulis? 

Para penggemar UFO pasti tidak asing tentang cerita piring terbang Kenneth Arnold pada tahun 1947 atau insiden kecelakaan Roswell yang terkenal pada tahun yang sama & sejak saat itu daftar panjang penampakan UFO telah menjadi berita utama internasional dari kisah penculikan Travis Walton ke dalam pesawat alien hingga pilot angkatan laut AS yang menangkap objek berbentuk tic-tac hipersonik di sistem kamera pesawatnya.

Objek terbang tak di kenal & fenomena atmosfer yang tampak aneh semakin mendominasi tajuk berita utama pada dekade 60 – 80an hingga Departemen Pertahanan AS harus melibatkan negara lain membentuk jaringan sekutu untuk memantau langit bagi kemunculan obyek terbang yang tak biasa.

Salah satu mantan ahli pertahanan yang bekerja di program UFO pemerintah AS, Luis Elizondo telah merujuk pada potensi asal-usul purba atas fenomena kemungkinan kunjungan UFO di acara History Channel yang cukup populer dengan kajian dasar seberapa jauh perkenalan nenek moyang kita dengan makhluk asing & intervensi mereka ke dalam sejarah peradaban manusia?

Agaknya anomali penampakan obyek terbang pertama di langit disaksikan bukan oleh manusia modern manapun,akan tetapi oleh hominid purba kera berjalan tegak (Homo erectus) sekitar 780.000 tahun yang lalu & kami tidak ingin menyebut kera berjalan tegak itu adalah nenek moyang kita sebagaimana doktrin biologi evolusioner menjelaskan,karena teori astronot purba & hipotesis kunjungan ras langit justru menegaskan bahwa kita merupakan alien sejak mendaratnya bapak manusia (Adam) ke planet ini.

Dalam serangkaian penelitian para ufo-arkeolog ditemukan bahwa sekitar 780.000 tahun yg lalu terdapat sebuah benda aneh yang datang dari kedalaman ruang angkasa dengan ukuran beberapa kilometer & melaju dengan kecepatan lebih dari 32.000 kmhˉ¹, sebuah tipikal bagi obyek langit alami berukuran besar yang melintasi tata surya bahkan beberapa diantaranya dapat bergerak berkali lipat lebih cepat. 

Ketika sebuah obyek alam yang besar meluncur ke arah Bumi dengan kecepatan besar maka akibatnya terdapat dua kemungkinan,obyek tersebut akan mengalami percepatan karena medan gravitasi planet kemudian hangus disetiap lapisan atmosfer atau mencapai permukaan dengan dampak yg merusak. Namun, dalam studi para ufo-arkeolog mengungkapkan adanya obyek besar yang mampu menentukan parkirnya sendiri di orbit planet yang seolah-olah bisa melambat dari laju pesatnya kemudian berhenti sesuai koordinat ruang yang dikehendaki. 

Telah diketahui beberapa obyek yang tampak seperti batu seukuran mobil yang dapat mengambil posisinya sendiri mengorbit Bumi,bahkan beberapa di antaranya telah di temukan disekitar orbit ekuatorial Jupiter & Saturnus yang memiliki medan gravitasi lebih besar ketimbang Bumi.

Selama periode orbit yang belum diketahui,pengunjung asing tersebut mengalami proses pemanasan berlebih atau peleburan hingga menjadi semacam batu silikat lalu membentuk gumpalan kaca cair lalu beku kemudian menghujani sebagian besar wilayah dari Antartika hingga laut China Selatan. 

Analisis kimiawi dari reruntuhan yg ditemukan itu mengungkapkan bahwa awalnya obyek tersebut mungkin terdiri atas ¾ bagian kristal kuarsa, suatu bahan yang menjadi pusat teknologi pemrosesan informasi dengan sejumlah besar aluminium, besi, kalsium oksida, magnesium oksida, kalium oksida & berbagai jejak elemen berat lainnya.

Menariknya banyak di antaranya merupakan senyawa yang memiliki potensi & sifat yang relevan dalam desain steal pesawat ruang angkasa. Tak ada pengunjung kosmik alami yang diketahui,baik itu komet,meteorit atau asteroid yang terdiri dari lebih dari 60% silika,dimana dalam lebih dari beberapa penelitian para ilmuwan menunjukkan bahwa obyek tersebut mengandung jejak isotop yang merujuk ke suatu asal ruang antarbintang yang berpotensi menjadikannya sebagai UFO pertama yang tercatat secara ilmiah ke tata surya kita.

Berkat analisis rinci dari puing-puing silikat jenis tektit australite, kita telah belajar banyak tentang adanya penjelajahan purba yang tidak dapat dijelaskan secara alami dari luar & hingga saat ini,telah satu abad penyelidikan belum ada yang tahu pasti kebenaran obyek tersebut,dari mana asalnya atau bagaimana obyek itu berada di orbit sebelum meninggalkan jejak serpihan silikat. Beberapa peneliti telah mencoba menjelaskan misteri senyawa tektit australite dengan hipotesis tabrakan asteroid besar di atas Asia Tenggara sementara yg lain mengklaim hasil dari reruntuhan bulan yang tertiup badai matahari,namun hipotesis tersebut masih diperdebatkan selama beberapa dekade namun tetap gagal menjelaskan bukti-buktu yang diamati. Hipotesis reruntuhan bulan memiliki kelebihan untuk menjelaskan bagaimana zat silikat dapat menghujani kita dari luar angkasa,karena jika asteroid menabrak permukaan bulan lalu menghamburkan banyak batuan yang meleleh, maka terdapat kemungkinan material tektit jatuh ke arah Bumi, namun hipotesis ini terbukti salah setelah diketahui bahwa batuan bulan tidak terdiri dari jenis material yang sesuai dengan puing-puing tektit australite.

Hipotesis tumbukan terestrial menawarkan hal yang menarik bahwa serpihan silikat tersebut mengandung senyawa yang sesuai dengan beberapa serpihan campuran di Bumi, akan tetapi dapatkah obyek yqng bergerak cepat menghantam cukup keras untuk menjelaskan bentuk kawah yang sangat besar dengan kandungan formasi kaca yang aneh? Mungkin yang paling bermasalah dari semua itu bahwa menurut pengamatan yang mengacu pada Hukum Stokes untuk gaya gesek fluida, silikat tektit harus dipanaskan dengan cara tertentu untuk menghilangkan sebagian besar gelembung hingga bersifat homogen agar pelepasan energinya menjadi sangat kuat dengan durasi ledakan yang cepat. 

Pemanasan & fining yang diperpanjang dari bahan utama australite tidak dapat diterapkan pada peristiwa tumbukan tanpa melanggar hukum fisika yang sudah mapan, jika ini bukan bagian dari serpihan bulan di masa lampau atau obyek alam yang dikenal menghantam planet kita, lali apa?. Banyak pakar astrobiologi & ufo-arkeologi yang percaya bahwa pada suatu saat planet kita akan dikunjungi oleh artificial inteligent dari ras langit yang melampaui prototipe makhluk biologis dalam bentuk jaringan silika otomata seluler yang besar.

Mungkinkah salah satu dari entitas ET ini telah mengunjungi planet kita ketika peradabannya masih sebatas kehidupan primitif Homo Erectus sembari mengamati perkembangan evolusioner makhluk di Bumi dalam pesawat angkasa yg terbuat dari jaringan silika terus mengorbit selama ribuan tahun & sesekali mendarat hingga di puja sebagai dewa oleh peradaban primitif!!. Anomali proses pemanasan yang menyebabkan material tektit australit menjadi sangat halus & homogen ini mungkin saja merupakan hasil dari kegagalan kritis dalam teknologi mesin penggerak eksotis apapun yang memungkinkan para dewa itu dapat bergerak menjelajahi galaksi kita. Selain itu, hal yang cukup menarik bahwa pada 780.000 tahun yang lalu, planet kita mengalami geomagnetik reversal secara sempurna yang dikenal sebagai peristiwa pembalikan Brunhes-Matuyama mengawali era middle Pleitosen (Chibanian).

Mungkinkah terjadinya pergeseran besar medan gaya magnetik Bumi kala itu atas campur tangan makhluk berperadaban maju untuk mempersiapkan terbitnya peradaban manusia berupa Adam & betina kloningannya yang akan menggantikan kera berjalan tegak??…. to be continued []

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement