Mengenal Karakteristik Generasi As-Saabiqunal Awwalun

Dan orang yang terlebih dahulu memeluk islam (generasi As-Saabiquun al Awwalun) dari muhajirin dan anshar, dan orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.  Dan Allah telah menyiapkan surga bagi mereka yang dibawahnya mengalir sungai, Mereka akan kekal didalamnya selama lamanya. Itulah keberuntungan yang sangat besar (Surah At Taubah ayat 100) 

Dari golongan mereka yang masih hidup setelah berpuluh puluh tahun Rasulullah wafat. Sebenarnya saat golongan mereka menghadapi permasalahan setelah Rasulullah wafat tetapi sebenarnya hal ini tidak merubah status mereka sebagai orang yang diridhoi Allah. Kita semua sama sama tahu bahwa peperangan yang dipimpin para sahabat, dimana saat itu ada  dari mereka (As Shaabiquun Al Awwalu) yang menjadi korban terbunuh. Tetapi hal ini tidak merubah status mereka sebagai ” Radhiyallahu ‘anhu”  

Allah memberikan status “Radhiyallahu ‘anhu” kepada mereka dari golongan As Shabiquun Al Awwalu) tentu dengan ilmu Allah karena sebenarnya Allah Maha tahu akan apa yang mereka lakukan dikemudian hari. Mereka adalah orang orang yang mendapat Ridho Allah.

As-Saabiquun al Awwalun (Generasi Pertama yang Menerima Islam). 

Generasi ini ada dikarenakan adanya pendekatan yang dilakukan Rasulullah. as-Saabiquun al Awwalun merupakan Istilah ini diberikan al quran kepada mereka yang menerima ajaran islam. Ini adalah pemberian nama yang diberikan Allah secara langsung terhadap output pencapaian dari produk dakwah pertama Rasulullah. 

Generasi Ashabiqun Al Awwalu 

Lalu apa yang dicapai Rasulullah selama tiga tahun ?

Rasulullah harus memiliki target pencapaian yang harus dipenuhi, supaya memiliki pilar pilar penyangga dalam dakwahnya. Dampak dalam keterbukaan bisa diantisipasi dan diredam sehingga Rasulullah bisa bertahan. Pendekatan yang dilakukan Rasululullah dengan orang quraish menghasilkan generasi Ashabiqun Al Awwalu. 

Gelar Ashabiqun Al Awwalu adalah pemberian dari Allah, yang memberi penghargaan kepada pencapaian produk dakwah Rasulullah atau output pendidikan yang diberikan Rasulullah. Maka ketika Allah sudah Ridho atas mereka, Allah akan memberikan reword kepada mereka. Allah telah menyiapkan untuk mereka (meskipun mereka masih hidup) Karena surah At Taubah ayat 100 turun ketika mereka semua masih hidup. Allah sebenarnya telah mempersiapkan surga yang dibawahnya mengalir sungai – sungai. Sebenarnya hal ini juga telah Allah persiapkan untuk Khadijah (istri Rasulullah) meskipun ia masih hidup. Pernyataan Allah ini disampaikan langsung oleh malaikat jibril langsung kepada Rasulullah untuk disampaikan kepada Khadijah. 

Para ulama mengatakan gelar ashabiqun al awalu tidak hanya untuk 3 tahun pertama dakwah Rasulullah. Maka kedudukan ashabiqun al awalu yang duluan memiliki kelebihan dari ashabiqun al awalu yang belakangan. Umar bin khatab masuk islam (pada 6 kenabian masih di mekah tetapi telah lewat 3 tahun ) Umar masuk ke ashabiqun al awalu. Gelar ashabiqun al awalu adalah sekelompok orang yang digembleng Rasulullah selama 3 tahun pertama dakwahnya. 

Lurus itu harus berpihak kepada kebenaran. 

Koreksi Umar 

Umar menyampaikan pesan dalam dakwahnya setelah jadi khalifah (Quntum khairu umat) ” Kita ini adalah umat yang terbaik, kalau Allah mau Allah akan mengatakan “kalian adalah umat yang terbaik”. Lalu hal tersebut dikoreksi umar bahwa artinya ” Kamu yang lebih dulu sebagai umat terbaik” ayat ini berlaku untuk generasi awal kita dan tidak secara otomatis berlaku untuk yang datang belakangan (atau generasi selanjutnya). 

Kamu yang telah lalu (as as-Saabiquun al Awwalun) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, dan orang orang yang lebih dulu memeluk islam dari golongan muhajirin dan anshar, dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik. Dalam hal ini orang orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak ada batasan hanya saja Allah memberikan syarat untuk mengikuti mereka dengan ikhsan (level kebaikan yang paling tinggi setelah insan). Kalau gagal dilevel dasar maka kita tidak bisa melewati untuk mencapai level ikhsan. Dengan mempelajari ayat ayat yang merupakan jati diri muslim yang mencerminkan bahwa dirinya telah berislam. Maka kita akan mengetahui siapa saja orang orang yang berislam dan kreteria apa yang harus dipenuhi. Sehingga kita bisa mencapai level ikhsan.

Sehingga generasi selanjutnya memiliki prasyarat untuk bisa berada sejajar dengan generasi sebelumnya. 

kita harus mengetahui seluk beluk kehidupan mereka

kita harus mengetahui apa yang Rasulullah ajarkan kepada mereka

telusuri jejak mereka dan ikuti 

Hal inilah seharusnya yang menjadi pembelajaran kita semua pada saat ini, karena generasi muslim saat ini seolah tidak perduli untuk menjadi generasi serupa ashabiqun al awalu. 

Muslim ketika ia levelnya berislam, adalah orang yang keberadaanya membuat orang muslim disekitarnya selamat dari kejahatan lisan (lidah) dan tangannya supaya tidak menyakiti saudara muslim lainnya. 

Keberadaan orang muslim ditangan komunitas muslim setidaknya keberadaannya memperbanyak  umat islam, keberadaannya tidak mengurangi melemahkan muslim disekitarnya. Dilevel ini saja sudah berguguran. 

Generasi Ashabiqun Al Awalu dlm Al quran : 

Orang yang terlebih dahulu memeluk islam dari kalangan muhajirin dan ansar, dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik (mengikutinya dengan ikhsan (merupakan tingkat kebaikan yang paling tinggi)) Level itu dibagi beriman, berislam dan berikhsan. Setelah Allah memuji mereka (generasi ashabiqun al awalu) maka mereka ditempatkan di tempat yang sangat jelas ditempatkan disurga. Padahal ayat ini turun ketika saat itu generasi Ashabiqun Al Awalu masih hidup, dan diantara mereka ada yang masih hidup berpuluh puluh tahun setelah Rasulullah wafat. Banyak sekali permasalahan yang mereka hadapi setelah Rasulullah wafat, tetapi tentu saja itu tidak mengubah status mereka untuk menjadi orang yang Allah diridhoi dan dilindungi Allah. 

Gelar Ashabiqun Al Awwalu adalah pemberian dari Allah, yang memberi penghargaan kepada pencapaian produk dakwah Rasulullah atau output pendidikan yang diberikan Rasulullah. Maka ketika Allah sudah Ridho atas mereka, Allah akan memberikan reword kepada mereka. Allah telah menyiapkan untuk mereka (meskipun mereka masih hidup) Karena surah At Taubah ayat 100 turun ketika mereka semua masih hidup. Allah memberikan gelar ini tentu dengan ke Maha kesempurnaanNya dan kemaha tahuannya (Al Qodim). Allah membangunkan istana di surga. Khadijah pun telah dibuatkan istana dengan ruas ruas bambu (bahan dari mutiara yang disusun menyerupai ruas ruas bambu). Generasi Ashabiqun Al Awalu disampaikan melalui pesan jibril kepada Rasulullah. Umat lahir dari perintah membaca yang diperintahkan jibril. 

Sa’id bin Musyayib, Hassan Al Bashri. Qatadah : Para sahabat nabi Muhammad yang sempat solat menghadap ke dua qiblat sebelum badar. Berarti batasannya sampai perubahan kiblat dari masjidil aqsa ke masjdil haram (terjadi pada 12 Hijriah). Perubahan arah qiblat terjadi sebelum perang badar. di akhir tahun pertama hijrah. Totalnya 14 tahun – 5tahun. Itu artinya mereka yang masuk islam setelah kiblat di rubah ke masjidil haram itu tidak dikatakan sebagai As Shabiqqun Al Awwalu. Generasi Ashabiqun Al Awalu adalah generasi yang pernah menghadap kedua arab kiblat, sampai perubahan kiblat dari majsidil aqsa ke masjidil haram (terjadi sebelum perang badar diakhir tahun pertama hijrah). Ini artinya mereka yang telah masuk islam setelah kiblat dirubah ke masjdil haram tidak disebut ashabiqun al awalu. Abu darda masuk islam setelah badar. 

As Shabiqun Al Awwalu adalah para sahabat nabi yang memeluk islam sampai peristiwa Bai’at ar Ridhwan (Hudaibiyah). Berarti terjadi pada tahun 6 Hijriah. Berarti sejak Rasulullah berdakwah sampai tahun 6 H itu ada 18-19 tahun. Maka menurut As shafi yang termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu adalah mereka yang masuk islam dengan rentang 18-19 tahun dakwah Rasulullah dimana batas akhirnya adalah perang hudaibiyah. Tidak semua sahabat masuk kedalam ashabiqun al awalu, dimana ashabiqun merupakan istilah yang lebih spesifik lagi dari julukan para sahabat Rasulullah. Paling banyak adalah muhajirin (sampe fathul mekah yang paling banyak hijrah adalah muhajirin), tetapi tidak semua muhajirin masuk ashabiqun dan tidak semua anshar juga masuk ashabiqun.

Maka apakah Khalid bin walid termasuk As Shabiqqun Al Awwalu ? 

Khalid bin walid bukan termasuk dalam generasi As Shabiqqun Al Awwlau karena setelah peristiwa Hudaibiyah. Ketika khalid bin walid berseteru dengan abdurahman bin auf. Maka Rasulullah berkata kepada khalid bin walid, “janganlah mengkasari (berbuat kasar) kepada saudaraku/sahabatku (abdurahman bin Auf)”. memangnya saat itu khalid tidak menjadi sahabat Rasulullah padahal khalid telah memeluk islam. Khalid memang sahabat secara definisi tetapi kalau khalid menempatkan dirinya selevel dengan Abdurahman bin Auf tidak akan bisa. Karena level abdurahman bin auf tidak selevel dengan khalid. Maka dari itu jangan coba coba untuk mengasari sahabat Rasulullah (abdurahman bin Auf). 

Rasulullah bersabda apabila kalian bersedakah emas sebesar gunung uhud, maka perbuatan amal sedekah kalian tidak pernah sebanding dengan sedekah sahabatku walaupun sedekah mereka hanya sekepal tangan atau setengahnya. Ini artinya jika kita bisa sedekah emas sebesar gunung uhud tetapi sedekah mereka (As Shabiqqun Al Awwalu) hanya sekepal tangan/setengahnya  (sedekah apapun) tidak akan pernah setara dengan apa yang kita berikan. Ini menandakan bahwa iman mereka / jasa mereka kepada islam akan memperberat bobot keimanan mereka 

Apakah Abu darda termasuk As Shabiqqun Al Awwalu ? 

Abu darda tidak masuk karena Abu darda masuk islam setelah perang badar. 

Dengan definisi ini tidak semua sahabat tidak termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu. Karena definisi as shabiqqun Al awwalu ini merupakan istilah yang lebih spesifik dari definisi para sahabat. Sahabat nabi ada yang termasuk dan tidak termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu. Golongan As shabiqqun Al Awwalu adalah golongan yang lebih istimewa. 

As Shabiqqun Al Awwalu (Muhajirin) 

As Shabiqqun Al Awwalu paling banyak berasal dari muhajirin, yang hijrah sampai sebelum fathul mekah itu tidak hanya dari muhajirin saja. Berarti tidak semua muhajirin termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu begitu juga dengan anshar. 

Sehingga yang mendapatkan predikat As Shabiqqun Al Awwalu mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan para sahabat yang lain. 

Generasi As Shabiqqun Al Awwalu (Muhajirin) 

Bani Asad : Khadijah binti khuwalid, Zubair bin Awwam

Bani Hasyim : Ali bin abu thalib, Ja’far bin abu tholib, Hamzah, Ubaidah bin Harits

Bani Taim : Abu Bakar, Thalhah bin Ubaidullah, Asma binti Abu Bakar

Bani Abd Syams : Usman bin Affan, Abu Hudzaifah bin Utbah, Umu Habibah binti Abu Sufyan, Khalid bin sa’id bin al ash

Bani Zuhrah : Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abu Waqqash

Bani Abd Dar : Mush ab bin Umair

Bani Makhzum : Abu salamah, Umu salamah, Al Arqam, Asyyasy bin Abu Rabi’ah, 

Bani ‘Adi : Sa’id bin zaid, Atikah binti zaid, Zaid bin khatab, Umar bin khatab

Bani Jumah : Usman bin Mazh’un, qudamah bin Mazh’un

Bani Sahm : Khunais bin Hudzafah 

As Shabiqqun Al Awwalu (Bukan Quraish) 

As Shabiqqun Al Awwalu bukan quraish yakni beberapa dari mereka tinggal dimekah tatapi berasal dari luar mekah, atau bahkan mereka tidak tinggal dimekah. 

Abdullah bin Mas’ud (Penduduk mekah tapi bukan quraish dri Bani Huzail)

Zaid bin Haristsah (Penduduk mekah tapi dari Bani Kalb (syam))

Ammar bin Yasir (Penduduk mekah dari Madzhij (yaman))

Utbah bin Ghazwan (Penduduk mekah tapi dari bani Mazin) 

Abu Musa (bukan penduduk mekah tetapi berasal dari Asy’ari (yaman)) 

Thufail bin ‘amr (bukan penduduk mekah tapi berasal dari Daus (yaman))

Abu dzar (bukan penduduk mekah tapi dari Ghifar)

Amr bin Abasah (dari Sulaim) 

Amir bin Rabi’ah (dari Anaz) 

Shuhaib ar rumi (penduduk mekah tapi dari Bani Namir-syam)

Karakteristik As Shabiqqun Al Awwalu

Berusia muda, rata rata 20-40 tahun (rata rata paling banyak di usia 30). kalau kita berbicara tentang kesuksesan dalam sebuah perencanaan, maka pertama kali yang akan dilakukan untuk pencapaian sesuatu yang besar, yang terlintas dibenak kita siapa yang akan membackup kita nantinya. Maka yang akan muncul adalah sosok sosok yang sudah populer dan terkenal di masyarakat dan biasanya usianya tidak lagi muda. Itu dikarenakan mereka punya jaringan dan kekayaan. Jika mereka bisa ditarik dan di recruitmen maka kita akan berkembang dan sukses cepat. Ini yang dipikirkan Rasulullah. Pergerakan Rasulullah sangat menarik, karena mereka mempersiapkan generasi pelapis dimana kondisi ditengah masyarakat belum sepenuhnya diperhitungkan. Semua pergerakan Rasulullah di dominasi anak muda. Beliau berdakwah selama 23 tahun dimana usia rata rata para sahabat berusia 20-30 tahun. Maka ketika beliau mencapai puncaknya maka usia para sahabat yang digemblengnya berusia 40-50 tahun. Dengan demikian Rasulullah masih dapat meninggalkan suatu generasi yang masih produktif untuk melanjutkan kesuksesan dakwahnya. Appabila start generasinya sudah tua sekitar 40-50 tahunan kemudian setelah 23 tahun usia mereka akan 70-80 tahunan (kurang produktif). Maka ketika Rasulullah wafat maka sudah siap generasi penerusnya dan masih bisa berprestasi. 

Generasi kedua (pelapis) kelas menengah, putra keluarga terpandang dan tokoh penting. Generasi pelapis adalah generasi penerus bapaknya (anaknya) contoh : zubair bin auf masih bisa memimpin pasukan maka anaknya (abdullah bin zubair) telah berhasil menaklukan afrika utara dan dapat melaporkan pencapaian kaum muslimin di afrika utara. 

Lintas etnik, membangun hubungan egaliter tanpa sentimen kelompok dan kelas masyarakat. Mereka berasal dari berbagai macam bani yang pastinya memiliki beragam etnik. Tetapi ketika mereka telah menjadi muslim tidak membuat skat skat yang memisahkan mereka sehingga akhirnya hubungan mereka tidak saling membatasi hubungan mereka. Karena pada prinsipnya setelah mereka muslim mereka menyadari bahwa mereka semua bersaudara.  

Mereka haus perubahan, karena pribadi mereka berjiwa muda : tergambar dalam dialog ja’far dengan najasyi membuat keyakinan bahwa Rasulullah adalah utusan Allah. Lebih baik kita dilempar ke bara api dari pada harus kembali kemasa silam jahiliyah. 

Pecinta ilmu : aktivitas darul al arqam (muhajirin) dan meningkatnya jumlah seseorang yang mampu membaca baca tulis. Aktivitas di darul Aqram dimulai malam hari setelah banyak dari mereka terlelap tertidur, tetapi Rasulullah malah membuka majelis ilmunya. Murid murid dari darul Al arqom mengajarkan dilingkungan rumah mereka. Umar bin khatab mendapati fatimah dan zaid (iparnya) sedang halaqoh dengan khobar bin araf. Orang orang yang menuntut ilmu di darul arqom itu terbatas dan ekslusif setelahnya mereka mengajarkan ke rumah rumah.

Pecinta ilmu : aktivitas darul quro. Majelis ilmu dari darul qoro adalah untuk orang anshar di darul quro, disini intensif juga mengkaji Al quran. Habis menyerap ilmu dari Rasulullah kemudian setelahnya mereka bergabung dengan para sahabat yang saat itu tidak dapat hadir dalam aktifitas belajar akibat ada keperluan di luar. Bagi yang telah belajar dengan Rasulullah mereka sebenarnya sedang murojaah dengan mengajarkan ilmu yang didapat kepada orang lain. Dan bagi orang yang baru menyerap ilmu yang baru. Majelis ilmu berakhir setelah isya, setelah isya Rasulullah kembali kerumahnya dan orang orang yang telah diajarkan tadi berdiam diri di darul quro mengulang pelajaran dan mempertajam ilmu, dilanjut solat malam (aktivitas dilakukan hingga pagi hari) habis subuh mereka beraktivitas kembali menjual kayu bakar dan hasilnya dipake sedekah. 

Visioner meskipun sibuk dengan persoalan besar ditengah keterbatasan. Ketika mereka hijrah ke madinah perut kosong, mata pencaharian tidak ada, kesulitan hidup dan berada di lingkungan yang terbatas fasilitasnya. Tapi ketika mereka bertemu dengan sahabatnya yang lain yang mereka bicarakan adalah persiapan akhirat bagaimana kita dapat meraih surga. Yang mereka bicarakan adalah isu isu besar yang terjadi di tengah masyarakat sambil mencari jalan keluar. Mengapa kita antar umat selalu ribut ? karena kita tidak ada isu besar yang diperbincangkan untuk diselesaikan bersama. Kita hanya ribut di masalah isu yang kecil. Umat ini tidak memiliki agenda bersama yang besar, sehingga setiap masalah bisa menjadi pemicu untuk ribut. Karena keributan itu hanya meributkan masalah kecil hingga menjadi masalah besar. Apakah kita pernah merencanakan 20 tahun yang akan datang untuk kehidupan umat ? 

Mapan dan matang di usia muda : mampu mengoptimalkan potensi diri, dan dapat mengambil peran penting dalam bidang masing masing. Zaid diangkat Rasulullah sebagai sekretaris, yang menyimpan semua rahasia negara dan rahasia pribadi Rasulullah. Zaid belajar bahasa asing untuk melancarkan surat menyurat Rasulullah dengan para koleganya dari berbagai negara, totalnya zaid dapat menguasai 6 bahasa asing pada usia 17 tahun, selama kurang dari setengah tahun (6 bulan). Ini bukan hanya kemampuan politiknya saja tetapi zaid harus sanggup menjaga amanahnya. Anas bin malik pembantu Rasulullah, juga orang yang sangat menjaga amanah Rasulullah meskipun ibu kandungnya sendiri pernah bermaksud mengetahui apa yang Rasulullah sampaikan kepada anaknya. 

Utbah bin Rabi’ah memusuhi Rasulullah tetapi putranya abu hudaibah dapat menjalin hubungan baik dengan Rasulullah. Abu sofiyan sebelum masuk islam menjadi pemimpin quraish yang mampu mengusir Rasulullah tetapi pada akhirnya putrinya abu sofiyan memeluk islam. 

Peremajaan kadarisasi Ustman bin Affan   

Ustman bin Affan mencopot para pejabat dipemerintahannya yang sudah tua, ini adalah kadarisasi yang baik, mencopot harus memiliki pengganti kadarisasinya. Abdullah bin Ash dicopot dari pemerintahannya memimpin mesir, karena pelapis keduanya (Abdullah bin abi zar bin abi sarah) berkompeten untuk menggantikan Abdullah bin Ash. Penggantinya sanggub sampai melebarkan kekuasan islam menang melawan musuhnya pada usia 13 tahun

Karakteristik As Shabiqqun Al Awwalu 

Selama periode mekah, islam telah menyebar ke seluruh klan Quraish secara seimbang.  Dari titik awal dari 3 tahun dakwah Rasulullah islam telah menyebar. Tidak ada satupun yang berperan terlalu dominan dalam mengemban dakwah baru, Ini merupakan fenomena  yang sepenuhnya berbeda, dengan artikel kabilah yang ada pada saat itu. Yang masuk islam dari bani hasyim tidaklah banyak, ini menunjukan bahwa Rasulullah tidak fokus terhadap keluarganya (dari bani hasyim) dari awal. Tetapi Sasaran dakwah Rasulullah lebih kepada siapa yang lebih berpotensi. Ini fenomena yang berbeda dari fenomena kabilah yang berkuasa sebelumnya. 

Meskipun islam kehilangan peluang untuk memanfaatkan sistem kabilah dan fanatisme untuk melindungi dakwah dan penyebarannya, artinya Rasulullah tidak mengungkapkan bagaimana kabilah mendukung beliau. Tapi disaat yang sama klan klan mekah tidak menghabisinya dengan alasan menguntungkan klan tertentu  dan menjadikannya lebih unggul dari klan manapun. Ketika Rasullah mulai terbuka dakwahnya maka klan klan quraish bingung menghadapi Rasulullah, karena tidak berhadapan dengan satu kelompok tapi berhadapan dengan keluarga masing masing. Itu yang membuat orang quraish kaget saat menghadapi Rasulullah. Rasulullah membangun sistem baru kehidupan masyarakat yang berbeda dengan jahiliyah. Islam tidak lahir dari budaya arab, tetapi jahiliyah dulunya adalah budaya arab. 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement