Mengenal 5 Panglima Islam Terhebat dalam Sejarah

Mengenal 5 Panglima Islam Terhebat dalam Sejarah

 

Fikroh.com – Satu hal yang membuat umat islam bangga bahwa islam pernah memiliki generasi terbaiknya dalam dunia militer atau peperangan. Ada banyak jenderal hebat yang telah mengukir kejayaan islam di masa silam. Kehebatan mereka tidak hanya diakui oleh pihak intern kaum muslimin namun juga diakui pihak lawan. Berikut ini artikel yang memuat 5 kehebatan jenderal muslim dari masa ke masa yang penting untuk diketahui.

1. Muhammad ﷺ  ) (570-632 M)

Rasulullah Muhammad ﷺ adalah sosok manusia yang paling sempurna. Ia adalah seorang suami romantis, ayah yang penyayang dan sekaligus panglima perang yang sangat hebat. Rasulullah ﷺ telah memulai karir peperanganya dari umur 15 tahun ketika Perang Fijar. Pada saat itu, Rasulullah ﷺ berperan sebagai penghimpun anak panah yang jatuh dan diserahkan kembali kepada pamannya yang berperang.

Rasulullah berperan penting dalam menetapkan strategi-strategi perang yang dijalankan oleh umat Muslm. Pada Perang Badar, ia ﷺ memerintahkan untuk menutup dan menguras sumur-sumur di Badar sehingga pihak musuh tidak memiliki pasokan air yang cukup. Pada Perang Uhud, ia memerintahkan pasukan pemanah tetap tinggal di bukit yang paling tinggi untuk melindungi pasukan lain di bawahnya. Pada Perang Khandaq, ia memerintahkan untuk menggali parit dan ia pun berhasil menghancurkan batu yang tidak bisa dihancurkan oleh sahabat-sahabat yang lain.

2. Khalid Bin Walid (592 M – 642 M)

Khalid Bin Walid adalah salah satu panglima perang terhebat sepanjang masa. Ia merupakan anak dari Walid bin Mughirah, salah satu tokoh penentang Rasulullah ﷺ di Makkah. Ia pernah menjadi rival Rasulullah ﷺ dalam perang Uhud dan menyebabkan kaum Muslim sangat terdesak. Namun, Khalid bin Walid, Segala Puji Bagi Allah, menjadi masuk Islam setelah Perjanjian Hudaibiyah.

Khalid bin Walid dijuluki sebagai “pedang Allah” (syaifullah) setelah berhasil mematahkan 9 pedang musuh dalam Perang Mu’tah, yaitu perang di mana dirinya pertama kali menjadi Panglima Perang bagi Islam. Khalid bin Walid tidak pernah kalah dalam perang yang ia pimpinnya ketika Islam. Prestasi terbesarnya adalah dia memimpin perang pembebasan antara Muslim melawa 2 imperium terbesar di zamannya yaitu Romawi dan Persia. Khalid bin Walid berhasil menang melawan Persia di Perang Zumail dan berhasil menang melawan Romawi dalam pembebasan Kota Suci Jerussalem.

Meskipun Khalid bin Walid terlibat dalam banyak peperangan, namun Khalid bin Walid meninggal justru di ranjangnya. Rupanya Allah menghendaki Pedang-Nya tidak pernah hancur oleh kaum kafir, Allah menghendaki Pedang-Nya tidak terkalahkan kecuali oleh Takdir Kematiannya saja.

3. Abu Ubaidah bin Jarrah (583 M – 639 M)

Abu Ubaidah bin Jarrah adalah salah satu dari 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah ﷺ. Abu Ubaidah bin Jarrah diberikan julukan sebagai orang yang kuat lagi terpercaya dan orang yang amanah dalam umat ini (amiin hadziihil ummah). Beliau pernah merangsek masuk ke dalam pasukan Kaum Musyrikin ketika Perang Badar sehingga dikejar-kejar oleh ayahnya sendiri yang pada saat itu masih Musyrik. Abu Ubaidah bin Jarrah kemudian membunuh ayahnya sendiri dan lebih memilih menjadi seorang mu’min. Allah memuji Abu Ubaidah langsung dalam Surat Al Mujadalah ayat 23:

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (QS Al-Mujaadalah: 22)

Abu Ubaidah bin Jarrah merupakan Panglima Perang tertinggi di ekspedisi pembebasan daerah Syam. Ia memimpin penaklukan Masjid Al Aqsha dengan mengalahkan Romawi Timur (Bizantium) dalam pengepungan selama 6 bulan. Abu Ubaidah meninggal di Syam karena penyakit tha’un. Sebelum meninggal, ia memberikan wasiat:

“Aku berwasiat kepada kalian. Jika wasiat ini kalian terima dan laksanakan, kalian tidak akan sesat dari jalan yang baik, dan senantiasa dalam keadaan bahagia. Tetaplah kalian menegakkan shalat, berpuasa Ramadhan, membayar zakat, dan menunaikan haji dan umrah. Hendaklah kalian saling menasihati sesama kalian, nasihati pemerintah kalian, dan jangan biarkan mereka tersesat. Dan janganlah kalian tergoda oleh dunia. Walaupun seseorang berusia panjang hingga seribu tahun, dia pasti akan menjumpai kematian seperti yang kalian saksikan ini.”

4. Amr bin Ash (585 M – 684 M)

Amr bin Ash merupakan sahabat Nabi ﷺ yang masuk Islam bersamaan dengan masuknya Khalid bin Walid ke dalam Islam. Amr bin Ash adalah seorang yang cerdas dan pemberani. Rasulullah ﷺ dalam haditsnya meriwayatkan:

“Sesungguhnya Amr bin al-Ash adalah di antara orang-orang yang baik dari kalangan Quraisy.” (HR. Tirmidzi dalam Sunan-nya no.3845).

Amr bin Ash merupakan Panglima Islam dalam pembebasan Mesir. 4000 Pasukan Islam yang dipimpin Amr bin Ash mampu mengalahkan 50.000 orang pasukan Romawi. Ia memulai pembebasan dari Kota Farma, Belbis, Ummu Danain dan Iskandariyah. Di tengah pengepungan, tersiar kabar bahwa Raja Romawi di Konstantinopel wafat dan digantikan dengan adiknya. Sang adik yang tidak banyak mengetauhi tentang konflik di Mesir ini, memandang tidak ada celah untuk mengalahkan umat Islam. Ia memerintahkan perwakilannya di Mesir, Raja Muqauqis, agar mengikat perjanjian damai dengan umat Islam.

Umar bin Khattab berkata akan keistimewaan dan kepemimpinan Amr bin Ash ini:

“Tidak pantas, bagi Abu Abdullah (Amr bin al-Ash) berjalan di muka bumi ini kecuali sebagai seorang pemimpin.” (Riwayat Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, 46:155)

5. Saad bin Waqqash (595 M – 674 M)

Saad bin Waqqash merupakan salah 1 orang dari 10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah ﷺ. Saad bin Waqqash adalah orang pertama yang menembakkan panahnya ke arah musuh dalam Perang Badar dan juga orang pertama yang terkena panah musuh. Keutamaan Saad bin Waqqash dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam haditsnya:

“Panahlah, wahai Saad… Tebusanmu adalah ayah dan ibuku.”( HR. at-Tirmidzi, no. 3755).

“Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkanlah doanya.” (HR. al-Hakim, 3/ 500).

Saad bin Waqqash merupakan Panglima Islam dalam Perang Qadisiyah dalam pembebasan Persia. 3000 pasukan kaum muslimin beradapan dengan 100.000 lebih pasukan negara adidaya Persia bersenjata lengkap. Prajurit Persia dipimpin oleh panglima mereka yang bernama Rustum. Gajah-gajah Persia dikalahkan dengan membuat kostum yang menakut-nakuti Gajah dan dipasang di kuda perang pasukan Muslim. Taktik ini menuai sukses sehingga gajah-gajah Persia ketakutan, akhirnya mereka bisa membunuh pemimpin pasukan gajah ini dan sisanya melarikan diri kebelakang menabrak dan membunuh pasukan mereka sendiri. Pasukan muslim terus menyerang sampai dengan malam hari.

Pada saat fajar hari keempat, datanglah pertolongan Allah SWT. dengan terjadinya badai pasir yang mengarah dan menerpa pasukan Persia sehingga dengan cepat membuat lemah barisan mereka. Kesempatan emas ini dengan segera dimanfaatkan pihak muslim, menggempur bagian tengah barisan Persia dengan menghujamkan ratusan anak panah. Setelah jebolnya barisan tengah pasukan Persia, panglima perang mereka Rustam terlihat melarikan diri dengan menceburkan diri dan berenang menyeberangi sungai, tetapi hal ini diketahui oleh pasukan muslim yang dengan segera menawan dan memenggal kepalanya.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement