Kemendagri Saran Orang Tua Ganti Nama Anak Sembilan belas Kata di Tuban

Kementerian Di dalam Negeri (Kemendagri) menyarankan warga Tuban Arif Akbar mengganti sebutan anaknya yang berjumlah 19 kata. Saran tersebut disampaikan guna mempermudah proses administrasi kependudukan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan julukan didalam dokumen kependudukan Indonesia dibatasi maksimal 55 huruf.

“Dengan sebutan yang panjang itu, ada kesulitan tehnis dikarenakan kolom di Kk, Kia, akta lahir, nanti untuk ijazah, paspor dan seterusnya tidak muat. Masyarakat kita sarankan sehingga mau menyingkat julukan anak atau ganti sebutan yang lebih pendek,” ucap Zudan melalui keterangan tertulis, Selasa (5/10).

Zudan mengerti dukungan julukan anak adalah hak orang tua. Akan tapi, ia mengingatkan ada aturan di dalam pencatatan data kependudukan.

“Agar kami tidak bisa mencukupi keinginan penduduk semuanya,”ujar Zudan.

Sebelumnya, warga Tuban Arif Akbar mengaku udah mengirim surat kepada Presiden Jokowi. Ia meminta tolong sehingga anaknya yang lahir pada 2019 langsung mendapat akta kelahiran.

Arif menjelaskan anaknya tak kunjung mendapat akta kelahiran gara-gara miliki sebutan 19 kata. Anak laki-laki Arif bernama Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Bakat.

Dinas Dukcapil Tuban menyarankan Arif untuk mengganti sebutan anaknya. Akan tapi, ia menampik dengan alasan julukan adalah doa.

Please rate this

About Galih semar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *