Kelompok Sekuler Prancis Menuntut Amandemen Al-Quran dengan Menghapus Sejumlah Ayat

Kelompok Sekuler Prancis Menuntut Amandemen Al-Quran dengan Menghapus Sejumlah Ayat

Fikroh.com – Sebuah manifesto di Perancis menuntut amandemen Al-Quran dengan menghilangkan sejumlah ayat yang mereka sebut anti semitisme, tak pelak gagasan beraroma islamofobia ini memicu kontroversi. Kaum radikal sekuler aktif mewacanakan diskursus ini agar bisa mengkolaborasi kaum Yahudi untuk melawan kaum Muslim. Berikut ini ulasan Farid Hafez, pakar politik Austria

Salah satu aspek dalam manifesto di Perancis tuntutan terhadap “amandemen Al-Quran” menurut para pembuatnya, perubahan pada naskah kitab suci itu harus bisa menanggalkan ajaran anti semitisme dalam Al-Quran, agar sejalan dengan Konsili Vatikan II dan Nostra Aetate yang mendefinisikan ulang hubungan antara gereja Katholik dan kaum Yahudi dan Muslim.

Melalui perubahan tersebut para penggagas manifesto ingin mengeluarkan konflik Palestina dan Israel dari konteks hubungan antara Islam dan Yahudi, serta mengabaikan fakta sejarah bahwa kaum Yahudi yang hidup di era kekhalifahan Islam tidak pernah menjadi korban Pogrom seperti di Eropa. Sebaliknya manifesto itu mencoba “memfitnah” betapa Al-Quran menyerukan pembunuhan terhadap Yahudi dan kristen.

Dengan Nostra Aetate gereja Katholik ingin mengakhiri praktik demonisasi Yahudi yang mengklaim penyaliban Yasus Kristus sebagai dosa kolektif bangsa Yahudi. Islam tidak mengenal posisi teologi semacam itu. Konflik bersenjata antara kaum Yahudi dan Muslim berangkat dari hubungan yang sebelumnya bercorak damai dan tidak memiliki motif ideologi, melainkan motif politik, kendati kemudian anti semitisme menjadi isu regional dengan berdirinya negara Israel.

Adalah sebuah paradoks berganda bahwa tuntutan ini diajukan oleh sekelompok orang yang tidak melibatkan banyak tokoh agama Yahudi. Karena terutama kaum Yahudi di Eropa seharusnya tidak melupakan bahwa ujaran kebencian terhadap Talmud sudah menjadi tradisi antisemtisme dalam Kristen sejak abad ke12.

Kutipan sepihak dari Talmud dan Midrash dulu sering dijadikan dalih untuk menuduh betapa kaum Yahudi membenci umat agama lain dan mereka melakukan tindakan bejat seperti pelecehan seksual dll.

Adalah hal yang mengkhawatirkan bahwa manifesto ini juga ditandatangani oleh peneliti antisemitisme. Pada dasarnya tuntutan ini merupakan bagian dari sebuah proyek politik di Perancis. Karena setelah menetapkan tujuan, bahwa “tidak seorangpun umat beragama boleh melandasi sebuah tindak kriminal pada ayat-ayat suci,” manifesto itu mencurahkan harapan bahwa hal ini akan turut membentuk “Islam ala Perancis.”

Hal ini selaras dengan tuntutan Presiden Emmanuel Macron yang menginginkan “restrukturisasi Islam di Perancis” yang juga membidik pembentukan Islam madzhab Perancis. Dan ini termasuk regulasi ayat-ayat Al-Quran.

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement