Jaringan Internet Dan Ancamannya Terhadap Pendidikan Anak

Jaringan Internet Dan Ancamannya Terhadap Pendidikan

Fikroh.com – Media dan komunikasi, dengan perbedaan dan keanekaragamannya, menyerbu setiap rumah di dunia, tak ada rumah yang tersisa di dunia kecuali akan terkena epidemi yang mematikan ini, hentakan sarana dan penemuan yang diperbarui setiap periode waktu telah berkembang dan berbicara mengikuti perkembangan zaman, baik secara positif maupun negatif, inilah revolusi elektronik besar yang menyerbu rumah dan memasuki ruang mereka tanpa izin pemiliknya, disajikan sepanjang menit bukan hanya jam, dan telah menjadi pengendali arah pemikiran dan akal penonton serta pengikutnya, masalah berbahaya ini mengharuskan keluarga dan masyarakat agar waspada terhadap bahaya dari cara-cara ini, untuk menghindarkan banyak kerugian yang mereka akibatkan.

Kita hidup di dunia yang terbuka, sebagaimana yang dikatakan, “Dunia telah menjadi sebuah desa yang kecil,” karena kecepataan sajian informasi, peredaran berita, dan penyampaian pesan dengan kecepatan yang maksimal. Dulu berhari-hari dan mungkin berminggu-minggu untuk mengirimkannya sekarang hanya dapat ditransmisikan dalam satu detik, itupun hanya dengan mengklik satu tombol, kemajuan yang mengerikan serta kecepatan super ini membawa segala sesuatu yang baik dan jahat pada saat yang sama, dan mungkin kejahatan yang diakibatkannya lebih dari itu, maka target pendengar melebihi jutaan pengikut, pemirsa, dan orang-orang yang terkena dampak dari berbagai usia, ras, negara, desa, dan kota !

Mereka yang salah melawan kebenaran, dengan semua kekuatan dan sarana mereka, juga telah mengeksploitasi revolusi elektronik ini serta mengarahkannya untuk menyebarkan rencana dan skema yang menargetkan individu, keluarga, masyarakat serta generasi, maka kita bisa melihat sebuah fenomena buruk menyebar di kalangan masyarakat, yaitu membawa alat “setan Gadget” setiap saat, bahkan pada kesempatan silaturahim keluarga, pertemanan, di tempat kerja, dan sebagainya.

Adapun yang berada di rumah, terjadi kelalaian yang membuang-buang waktu dan tak punya rasa malu, karena sebagian wanita telah menghabiskan waktunya dengan perangkat ini (Smartphone), seorang Ayah begitu terlena dengan barang ini, begitu juga anak-anak nya, tanpa menyensor konten yang mengarahkan pada hal-hal yang bermanfaat. yang dapat membimbing apa saja yang berguna bagi agama dan dunia nya, sehingga meninggalkan kengerian pada anak-anak, bahkan orang dewasa itu sendiri, menjadi mangsa yang mudah merebut kampanye Westernisasi, menyebarkan kejahatan, melawan moral dan kehormatan dengan suara, gambar, humor, tawa, menunjukkan realitas maupun hanya kiasan.

Khadija Abdullah (39 tahun) berkata: “Saya melihat dampak negatif dari penggunaan Internet oleh anak-anak saya sejak usia dini. Putri saya Shama (7 tahun) kecerdasannya menurun di sekolah, sebab semakin sering dia menggunakan Internet, dan putra saya Talal (12 tahun) menjadi lebih kejam, mengungkapkan kata-kata kotor yang tak ada gunanya di lingkungannya, saya menemukan bahwa Muhammad (9 tahun) bermain judi virtual.

Ayman Adel (52 tahun) berkata: “Saya menemukan bahwa anak-anak saya memasuki situs pornografi dan mengadopsi konsep yang tidak sesuai dengan budaya dan masyarakat kita, serta nilai-nilai lain yang tak sesuai dengan kemanusiaan secara umum.”

Adel tentu saja tidak dapat mencegah anak-anaknya dari Internet, ia menambahkan: “Awalnya saya gila, tetapi mencegah mereka malah berakibat menyusahkan saya dengan mereka, yang itu tidak membawa hasil apa pun. Sebaliknya, mereka dapat menipu untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Saya meminta bantuan guru mereka, begitu juga dengan ibu mereka yang mencoba membujuk mereka. Saya punya pilihan selain mengizinkan mereka menggunakan internet, tapi saya pun juga mengawasi mereka dengan cermat.”

Menurut survei yang dilakukan oleh Lab Kaspersky, yang berspesialisasi dalam solusi keamanan Internet misalnya, 50% orang tua di UEA terpapar ancaman elektronik atas anak-anak mereka, dan 37% tak dapat memantau serta mengontrol semua yang dilihat anak-anak mereka. atau yang mereka lakukan di Internet.

Internet adalah pedang bermata dua dan merupakan fenomena yang berbahaya, dimana kejahatannya menguasai nilai yang baik di dalamnya, karena banyaknya kejahatan dan penyebarannya yang luas. dan inilah Senjata paling berbahaya yang telah dibuat oleh umat manusia.

Source: Ebaa

Diterjemahkan oleh: Khalis Yunus

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement