Untitled Post

Hubungan sek antara suami istri lebih dari sekedar sarana pemuas hasrat seksual. Rasulullah SAW menganggapnya sebagai salah satu bentuk sedekah dalam islam. Dalam Persetubuahan yang kalian lakukan adalah sedekah ” para sahabat benar-benar terkejut ” Bagaimana salah seorang dari kami memuaskan hasrat lalu dianggap bersedekah?

Rasulullah SAW menjawab “bukankah jika kita melakukannya dalam situasi haram dan bukan dengan istrinya”. maka rasulullah berdo’a maka jikalau melakukannya bersih terhitung baginya sedekah.

Hubungan intim menurut ibnu qoyyim Al-jauzi dalam At tibbun nabawi (pengobatan ala nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki 3 tujuan: memiliki keturunan keberlangsungan umat manusia dan mengeluarkan cairan yang bila mendekam didalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan oleh Allah.

Adab-adab yang dianjurkan berkaitan dengan jima’ adalah :

1. Tatkala hendak mendatangi istrinya, suami dianjurkan mengatakan seperti yang di nasehatkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih, beliau bersabda :

لو ان احدكم اتى اهله وقال :بسم الله اللهم جنبن الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا فان قضى بينهما ولد لم يضره الشيطان ابدا (روه البخاري)

Artinya : “Jika salah seorang diantara kalian hendak mendatangi (menyetubuhi) istrinya dan berkata “dengan asma Allah, Ya Allah jauhkanlah syaitan dan jauhkanlah syaithan dari apa yan engkau anugrahkan kepada kami maka jika ditetapkan ada anak diantara keduanya, maka setan sama sekali tidak akan menimbulkan madharat kepadanya. (H.R. Bukhori)

2. Dianjurkan wudhu pada saat mengulangi persetubuhan.

3. Wudhu sebelum tidur, sebagaimana hadits Aisyah R.A, beliau berkata “Jika Rasulullah SAW hendak makan atau tidur sedang ia dalam keadaan junub maka beliau membasuh kemaluannya dan wudhu seperti wudhu untuk shalat. (H.R. As-syaikhoni).

4. Boleh tayamum sebagai ganti wudhu.

5. Suami istri boleh mandi bersama.

6. Diantara adab menggauli hendaknya keduanya sama-sama melepaskan pakaian, karena dengan demikian akan leluasa dalam bergaul dan menambah kemesraan dan kasih saying kepada istri, Tetapi yang afdhol adalah bertelanjang dalam satu selimut, sabda Nabi :

ان الله تعا لى حيي ستير يحب الحياء و الستر

Artinya : “Sesungguhnya Allah SWT pemalu dan suka menutupi dan ia mencintai sifat pemalu (ketertutupan)” (H.R.Ahmad turmudzi dan Abu dawud).

7. Diantara adab menggauli adalah bermesraan, merangkul, dan mencium sebelum menggauli istrinya.

8. Boleh bergaul dengan semua gaya.

Allah SWT berfirman :

نساء كم حرث لكم فا توحرثكم انى شءتم

Artinya : “Istri-istri kamu adalah ladang kamu maka datangilah ladang kamu sesukamu.” (Al-baqoroh: 223). 

Larangan Dalam Berhubungan Pasutri (Jima)

1. Menyebarkan rahasia hubungan diantara keduanya,Rasulullah bersabda :”Seburuk-buruk kedudukan manusia disisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang bercampur dengan istrinya dan istrinya bercampur dengannya, kemudian dia menyebarkannya. (H.R.Mulim)

2. Haram menyetubuhi wanita pada duburnya.

3. Haram menyetubuhi wanita haid dan nifas.

Ilmu kedokteran telah menetapkan bahwa persetubuhan pada masa haid bias menuimbulkan dampak negative sebgai berikut:

  • Rasa sakit pada organ kandungan wanita, dan bahkan bisa mengakibatkan radang rahim, indung telur, dinding vagina bahkan bisa merusak organ-organ tersebut serta menyebabkan kemandulan.
  • Unsur-unsur darah haid yang ada di organ kandungan wanita dan kemudian bersentuhnya dengan penis laki-laki, bisa menimbulkan radang infeksi yang menyerupai penyakit gonorrhea, sehingga mengakibatkan kemandulan suami dan bahkan bisa menyebabkan penyakit sipilis, jika kuman penyakit itu ada didarah wanita.
  • Secara umum menyetubuhi wanita yang sedang haid bisa menyebabkan kemandulan pada kedua belah pihak, radang pada organ kandungan sehingga mengganggu kesehatannya.
  • Haram seorang istri puasa sunnat tanpa izin suami dan menolak ajakan suaminya.

Tempat-Tempat Yang Dilarang untuk Melakukan Jima’

Persetubuhan harus dilakukan ditempat yang patut, tidak boleh dilakukan disembarang tempat. Persetubuhan dilarang dilakukan ditempat-tempat berikut ini :

a. Di tempat terbuka Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa menyetubuhi istrinya di bawah langit (tempat terbuka) atau dijalan yang biasa dilewati orang,maka ia dilaknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya”.

b. Di tempat yang dapat dilihat oleh anak-anak, Rasulullah SAW bersabda : “Jauhilah olehmu bersetubuh ditempat yang dapat dilihat oleh anak-anak yang mereka menceritakan keadaanmu.(Ibid,hal 115)

c. Di bawah pohon yang berbuah lebat, Rasulullah SAW bersabda : “Jangan menyetubuhi istrimu di bawah pohon yang berbuah lebat, jika dari (persetubuhan itu) kalian di anugerahi anak, maka ia akan menjadi tukang pukul, pembunuh, atau dukun (Ath thabrasyi, makarimul akhlak, hal : 210).

d. Di bawah sinar matahari langsung, Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah menyetubuhi istrimu dibawah sinar matahari,kecuali ditutup dengan tabir yang menutup keduanya, sesungguhnya jika (dari persetubuhan itu) dikaruniai anak, maka ia senantiasa berada dalam kesulitan dan kemiskinan sampai ajalnya tiba (Ibid).

e. Di atap rumah Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah menyetubuhi istrimu di atap rumah, sesungguhnya jika (dari persetubuhan itu) dikaruniai anak, maka ia akan menjadi orang yang munafik, riya’ dan ahli bid’ah (Ibid halaman 211).

f. Di atas perahu Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah menyetubuhi istrimu di atas perahu (ketika berlayar) dan menghadap atau membelakangi kiblat (Ibid halaman 213).

Rasulullah SAW diriwayatkan pernah bersabda : ” jika seseorang bersetubuh dengan istrinya,dan ada seseorang di dalam rumah yang dapat mendengar suara atau desah, napas merayu, maka anak yang akan dikandung tidak menjadi anak yang sholeh sebaliknya ia akan menjadi pezina”

Imam Ja’far shodiq berkata : “jangan bersetubuh dengan istrimu jika ada seorang anak didalam rumah yang dapat melihat atau mendengarmu, jika engkau melakukannya, anak itu akan menjadi seorang pezina, dan begitu pula anak yang akan dikandung (hasil dari persetubuhan itu)”. 

Waktu-Waktu Yang Disunnahkan Dalam Berhubungan Suami Istri

a. Malam pertama bulan ramadhan, Imam Ali bin Abi Tholib berkata : ” Disunnahkan bagi seorang suami untuk menggauli istrinya pada malam pertama bulan ramadhan” (Ibid hal :213).

b. Pada akhir malam, Dalam hadits dinyatakan, ” jika kalian ingin bersetubuh, lakukanlah di akhir malam, karena hal itu menyehatkan badan”.

c. Malam senin.Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah engkau menggauli istrimu pada malam senin, karena jika Allah menakdirkan seorang anak ia akan menjadi penghafal Al-Qur’an dan ridho pada karunia yang diberikan Allah SWT kepada kita.(Ath thabrasyi,makarimul akhlak).

d. Malam selasa Rasulullah SAW bersabda : “Jika engkau menggauli istrimu pada malam selasa,dan (dari persetubuhanitu) kalian dianugerahkan anak, maka ia akan mendapat syahadah (kesaksian)setelah kesaksiannya bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Allah tidak akan menyiksanya bersama orang kafir,mulutnya akan mengeluarkan bau yang harum, lembut hatinya, dermawan, lidahnya terjaga dari dusta,gibah dan fitnah.” (Ibid).

e. Malam kamis Rasulullah SAW bersabda : “Jika engkau menggauli istrimu pada malam kamis, dan (dari persetubuhanitu) kalian dianugerahkan anak, maka ia akan menjadi seorang pemimpin dan berilmu.” (Ibid).

f. Hari kamis waktu dhuhur setelah matahari bersinar ditengah langit, Rasulullah SAW bersabda : “Jika engkau menggauli istrimu pada hari setelah terselingnya matahari dari tengah langit dan (dari persetubuhanitu) kalian dianugerahkan anak, maka sesungguhnya syetan tidak bisa mendekatinya hingga ia beruban dan ia akan menjadi orang yang cepat mengerti (memiliki pemhaman yang baik), dan Allah akan memberikan keselamatan dalam agamnya dan dunianya.” (Ibid)

g. Malam jum’at Rasulullah SAW bersabda : “Jika engkau menggauli istrimu pada malam jum’at, dan (dari persetubuhanitu) kalian dianugerahkan anak, maka ia akan menjadi orang yang fasih (pandai) bicaranya.” (Ibid).

h. Hari jum’at setelah ashar Rasulullah SAW bersabda : “Jika engkau menggauli istrimu pada hari jum’at setelah ashar dan (dari persetubuhanitu) kalian dianugerahkan anak, maka ia akan menjadi orang yang terkenal, termasyhur dan berilmu.” (Ibid).

Penutup

Berdasarkan dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan :

a. Bahwa kamasutra adalah merupakan hubungan suami istri yang dilakukan tuk mendapat kesenangan keduanya dan mendapat keharmonisab keluarga.

b. Dasar hukum dapat kami ambil dari surat Al-Baqoroh ayat : 187, bahwasanya suami istri merupakan pakaian keduanya, dan berhak memilihnya dan mencapai kesenangan keduanya.

c. Ada banyak sekali tata cara dalam berhubungan suami istri mulai dari berwudhu, berciuman, dan lain sebagainya serta tempat dan waktu-waktu yang disunnahkan didalam hubungan suami istri.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement