Untitled Post

 Pasukan Filipina menewaskan seorang pemimpin kelompok penculikan Abu Sayyaf di Tawi-Tawi dan menyelamatkan empat sandera Indonesia yang ditahan sejak tahun lalu.

“Dengan senang hati kami informasikan kepada semua orang bahwa Mohd Khairuldin, warga negara Indonesia berusia 15 tahun, telah diselamatkan di Pulau Kalupag, Languyan, Tawi-Tawi pada pukul 06.30 pagi, Minggu, 21 Maret 2021,” kata Komandan Komando Mindanao Barat Letkol. Jenderal Corleto Vinluan, Jr pada Minggu.

Dalam kejadian ini, kata Vinluan, pemimpin kelompok Abu Sayyaf Majan Sahidjuan, alias Apo Mike, terluka parah dalam baku tembak dengan marinir di kota Languyan, provinsi Tawi-Tawi dan kemudian meninggal.

Vinluan mengatakan Sahidjuan merupakan dalang beberapa penculikan Abu Sayyaf, yang berbasis di Sulu dan erlibat dalam serangan bom selama beberapa decade dan menyatakan kesetiaan kepada kelompok teror Daesh sejak 2014.

“Kami senang bahwa semua sandera aman sekarang dan kami juga dapat melumpuhkan ‘Apo Mike’ yang terkenal kejam dan dua rekannya,” kata Vinluan.

Vinluan mengatakan Sahidjuan termasuk di antara lima militan Abu Sayyaf yang pergi ke Tawi-Tawi dengan perahu dari Sulu, bersama empat sandera warga Indonesia pada Kamis lalu.

Selanjutnya, kata Vinluan, perahu mereka terbalik setelah dihantam ombak besar dan memberikan kesempatan bagi pasukan pemerintah untuk menyelamatkan tiga dari empat sandera.

Mereka adalah Arizal Kasta Miran, 30, Arsad Bin Dahlan, 41 dan Andi Riswanto, 26.

Nama keempat, Mohd Khairuldin, 15, ditemukan pasukan pemerintah di desa lokasi baku tembak terjadi.

Keempat sandera itu termasuk di antara lima orang Indonesia yang diculik oleh Abu Sayyaf pada 17 Januari tahun lalu di lepas pantai Tambisan di Malaysia.

Satu dari lima orang tewas saat mencoba melarikan diri.

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement