Diplomat Taiwan Bunuh Diri Karena Disinformasi Dari RRC

Diplomat Taiwan Bunuh Diri Karena Disinformasi Dari Rrc

Fikroh.com – Sudah beberapa kali RRC ketahuan memakai hard power di luar negerinya untuk meraih golnya untuk menganeksasi Taiwan. Hard power yang dipraktekkan diantaranya adalah disinformasi.

Salah satu korban dari praktek disinformasi berupa fitnah ini adalah seorang diplomat Taiwan yang bertugas di Osaka, Jepang. Ia difitnah gagal menjalankan tugasnya untuk mengevakuasi warga negara (WN) Taiwan yang terjebak di bandara internasional Kansai saat topan Jebi menerjang. Karena tekanan yang luar biasa dari fitnah itu, terutama di media sosial, Ia bunuh diri.

Topan Jebi yang menerjang kota Osaka yang terletak di tengah Jepang pada 4 September 2018, adalah topan terkuat yang menerjang Jepang dalam 25 tahun terakhir. Topan itu datang dengan membawa hujan badai dan angin secepat 177 kilometer per jam. Bandara Internasional Kansai sampai kebanjiran dan ditutup selama 2 hari.

Di saat yang sama di Taiwan, beredar kabar bahwa perwakilan diplomatik Taiwan di Osaka tidak berbuat apa-apa untuk menolong WN Taiwan yang terjebak di bandara Kansai… dan yang dikabarkan menolong mereka adalah utusan dari kedutaan besar RRC di Osaka. Kabar ini memantik protes di internal Taiwan kepada presiden Tsai Ing Wen yang gerbong politiknya menolak untuk mengadakan rekonsiliasi dengan RRC. Mereka dicap munafik dan tidak kompeten untuk mengurus WN Taiwan yang terjebak itu.

Karena panik, stress dan kecewa dengan situasi yang ada, Su Chi Cherng, sang diplomat Taiwan itu bunuh diri di rumah dinasnya. Ia berumur 61 tahun dan baru beberapa bulan ditugaskan di Kantor Dagang Taiwan di Osaka.

Beberapa hari berlalu, terbongkarlah bahwa kabar-kabar negatif itu cuma fitnah belaka. WN Taiwan yang terjebak di bandara Kansai saat topan Jebi menerjang faktanya sudah semuanya dievakuasi oleh armada bus milik otoritas bandara Kansai dibantu oleh kepolisian setempat. Fakta lainnya adalah kedutaan RRC cuma mengurus warga negaranya sendiri dan jelas tidak mengevakuasi WN Taiwan.

Jika dilihat dari sudut pandang lain, Beijing memang terlibat, tapi terlibat yang lain, yaitu serangan disinformasi terhadap otoritas Taiwan secara masif, efektif dan terkoordinasi dengan tujuan untuk menghancurkan kredibilitas pemerintah Taiwan.

Berdasarkan penyelidikan oleh dinas intelijen Taiwan, terkuaklah fakta bahwa fitnahan itu berasal dari “kebun konten” di dalam RRC. Fitnah-fitnah itu pertama di-upload di situs-situs propaganda milik pemerintah RRC seperti Global Times dan Guancha.cn juga media sosial lokal top Taiwan ptt.ai (medsos ini setipe Reddit) dan kemudian disebarkan beramai-ramai oleh media massa lokal Taiwan tanpa ada cross check terlebih dahulu. (Taiwannews.com)

Ditulis oleh Abu Tajir

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement