Berzina dan Membunuh Bayi Karena Miras

Fikroh.com – Al-Imam Abul Laits Nashr bin Muhammad bin Ibrahim As-Samarqandi rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya hingga sahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, sebuah kisah mengenai bahaya khamr atau minuman keras :

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, dan beliau sedang berdiri sekaligus berkhutbah, beliau berkisah,

“Wahai sekalian manusia, berhati-hatilah kalian terhadap khamr karena benda itu adalah induk dari segala keburukan, dan sungguh ada seorang laki-laki yang termasuk orang-orang sebelum kalian, ketika itu ia hendak mendatangi masjid, lantas berpapasanlah ia dengan seorang wanita yang ternyata punya niat buruk, si wanita memerintahkan pelayan wanita miliknya untuk mengundang si laki-laki ke rumahnya.

Setelah masuk, si wanita menutup pintu dan ia memegang wadah berisi khamr serta di sisinya ada seorang bocah kecil. Wanita itu berujar kepadanya, “Jangan coba-coba kau meninggalkanku sebelum kau meminum segelas khamr ini, atau kau menjimakku, atau kau bunuh bocah ini. Jika kau tak mau, maka aku akan berteriak –yakni si wanita mengancam untuk berteriak- dan aku akan katakan (kepada orang-orang) bahwa kaulah yang memasuki rumahku ini, siapa yang mau percaya kepadamu?”

Tak berdayalah si lelaki diancam demikian, lantas ia berkata, “Adapun berzina maka aku tidak mau, adapun si bocah maka aku tidak akan membunuhnya!” Setelah itu, ia pun meminum segelas khamr, sejurus kemudian ia berseru, “Tambah lagi!” Dan si wanita pun menuangkannya lagi.

Maka demi Allah! Si lelaki tidak pergi hingga ia menjimak wanita tersebut dan membunuh si bocah.” (Lihat kitab: Tanbihul Ghafilin halaman: 79)

Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Dalam sanad Al-Imam Abul Laits ini terdapat kelemahan yakni dari perawi Ja’far bin Burqan. Ibnu Hajar dalam Taqrib-nya berkata bahwa Ja’far ini shaduq yahimu (jujur tapi kerap wahm) dalam hadits-hadits Az-Zuhri. Sementara Ja’far bin Burqan mempunyai mutaba’ah dari Ma’mar, yang mana sanadnya diriwayatkan oleh Al-Imam An-Nasa’i rahimahullah yang juga meriwayatkan kisah ini dalam Sunan Al-Mujtaba no. 5602 :

أَخْبَرَنَا  سُوَيْدٌ ، قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: ” اجْتَنِبُوا الْخَمْرَ

Suwaid mengkhabari kami, ia berkata, ‘Abdullah (bin Al-Mubarak) memberitahu kami, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits, dari Ayahnya, ia berkata, aku pernah mendengar ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Jauhilah khamr….”

Tambah lagi, hilanglah irsal Az-Zuhri dari ‘Utsman karena ternyata ia meriwayatkan perantara 2 orang tabi’in; Abu Bakr bin ‘Abdurrahman dan Ayahnya. Jadi, kisah ini sahih mauquf hingga sahabat ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu. Alhamdulillah.

Jazakallahu khairan ustadzuna Anshari Taslim atas faidahnya.

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement