Apakah Sholat Sunnah Qobliyah Jumat Bid’ah?

Fikroh.com – Ada yang baru bertanya masalah ini, lalu tetiba saya pun teringat dengan kejadian masa silam, sekitar 8 atau 9 tahun lalu, kala itu saya diberi mandat untuk mengisi khutbah jum’at dimasjid Annur binjai (kantor DPR) menggantikan jadwal “bapak mertua” saya yang kala itu berhalangan,(Ikhwan yang sholat jumat dimasjid itu pasti ingat dengan kisah ini, karena sempat dibuat heboh)

Lalu setelah muadzin mengumandangkan azan maka saya bangkit untuk sholat sunnah 2 rokaat, selesai saya sholat maka saya langsung khutbah jum’at, selesai sholat jum’at saya pulang, dimalam harinya saya dapat info kalau 2 rokaat yang saya lakukan dihebohkan oleh beberapa JAMA’AH SALAFIY yang kebetulan sholat disana, dan ternyata ngajinya pernah sama saya juga, dia bilang : kata ustadz mereka sholat sunnah qobliyah jum’at itu BID’AH.

Apa benar hukumnya BID’AH ?

Dulu masih banyak orang bodoh, ketika ada seorang yang di “ustadzkan” mengatakan ini hukumnya bid’ah atau harom langsung mereka “iyakan” tanpa mengechek kebenarannya, apakah itu masalah ijma’ yang orang tidak boleh menyelisihinya atau justru masalah ijtihadiyah yang orang bebas milih pendapat manapun? 

Tapi itu masa lalu hari ini insya allah orang-orang udah pada pinter, kalau mendengar atau membaca artikel yang menyebutkan amalan bid’ah dan harom mereka tidak langsung terima begitu saja tapi mereka konsultasikan ke ustadz yang lain.

Baiklah kita teruskan, APAKAH SUNNAH QOBLIYAH JUM’AT BID’AH?

Dididalam madzhab Asy-syafiiy Al-imam An-Nawawiy rohimahullah [631 H – 676 H] menegaskan :

فرع في سنة الجمعة بعدها وقبلها : تسن قبلها وبعدها صلاة أقلها ركعتان قبلها وركعتان بعدها والأكمل أربع قبلها وأربع بعدها هذا مختصر الكلام فيها

Masalah cabang : masalah sholat sunnah sebelum dan sebelum jum’at : Disunnahkan sholat sunnah sebelum jumat dan sesudahnya, minimal sholat 2 rokaat qobliyah dan 2 rokaat ba’diyyah, dan yang paling sempurna adalah mengerjakan 4 rokaat sebelum jum’at dan 4 rokaat sesudahnya, ini adalah ringkasan pendapat tentang masalah terkait (Al-Majmū’ syarhul Muhadzdzab, jilid 3, hal : 238, Cet, Almaktabah Al-‘Ashriyah)

Ditempat yang sama imam An-nawawiy menukilkan bahwa abul ‘abbas ibnul qosh mengatakan didalam “AL-MIFTAH” BAB SHOLAT JUM’AT:

سنتها أن يصلي قبلها أربعا وبعدها أربعا

“Sunnahnya hendaklah sholat sunnah 4 rokaat sebelum sholat jum’at dan 4 rokaat setelahnya (Al-Majmū’ syarhul Muhadzdzab, jilid 3, hal : 238,Cet, Almaktabah Al-‘Ashriyah)

Ulama asy-syafi’iyyah beristidlal dengan hadits yang banyak diantara :

Dalam hadits Ali bin abi tholib rodhiyallahu anhu disebutkan :

 “كان يصلي قبل الجمعة ركعتين وبعدها أربعا “

“Rosulullah shallallahu alaihi wasallam sholat 2 rokaat sebelum jum’at dan 4 rokaat setelahnya. (H.R Al-Bazzar dari sahabat mulia Abu hurairoh)

Dalil ini didhoifkan oleh sebahagian orang,namun Al-Hafidz Waliyuddin Al-‘Irōqiy didalam “Thorhit Tatsrīb” menegaskan bahwa sanadnya jayyid,(Thorhut Tatsrīb : 3/292) begitu juga Al-Imam Al-Muhaddits Al-Munawiy rohimahullah berkata : Hadits ini dalil shorīh tentang disunnahkannya sunnah qobliyah jum’at [Faidhul Qodīr : 5/275]

Hadits dari Abdullah bin zubair secara marfu’ :

ما من صلاة مفروضة إلا وبين يديها ركعتان 

Tidaklah ada sholat wajib kecuali sebelumnya ada sunnah 2 rokaat (H.R Ibnu hibban dan dishohehkan olehnya)

حدثنا عبد الله بن يزيد : ثنا كهمس بن الحسن ، عن عبد الله بن بريدة ، عن عبد الله بن مغفل ، قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” بين كل أذانين صلاة ، بين كل أذانين صلاة ، ثم قال في الثالثة : ” لمن شاء “

“Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin yazid, telah menceritakan kepada kami kahmas bin alhasan dari abdullah bin buraidah dari Abdullah bin mughoffal berkata : Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Diantara 2 adzan (adzan dan iqomat) ada sholat sunnah, diantara 2 adzan (adzan dan iqomat) ada sholat sunnah,- kemudian nabi bersabda untuk yang ke – 3 kalinya : Bagi siapa saja yang mau (H.R Bukhoriy]

Catatan : 

Hadits diatas (Hadits Abdullah bin zubair dan hadits ibnu mughoffal) menjelaskan bahwa disunnahkan sholat 2 rokaat sebelum mengerjakan sholat wajib, DAN SHOLAT JUM’AT JUGA SHOLAT WAJIB artinya sholat jum’at masuk dalam keumuman hadits diatas sehingga disunnahkan juga untuk melakukan sholat sunnah qobliyah jum’at.

Didalam satu hadits shoheh disebutkan :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يصلي قبل الظهر ركعتين

“Bahwasanya rosulullah shallallahu alaihi wasallam sholat 2 rokaat sebelum dzuhur [H.R Bukhoriy]

Ini diqiyaskan oleh ulama didalam mensunnahkan sholat sunnah qobliyah jum’at, diantara imam An-nawawiy rohimahullah berkata :

وأما قبلها،فالعمدة فيه القياس على الظهر

“Adapun dalil penting disunnahkannya sholat sunnah qobliyah jum’at diqiyaskan atas sholat dzuhur (Artinya kesunnahan sunnah qobliyah jum’at diqiyaskan dari kesunnahan sholat sunnah qobliyah dzuhur)[ Roudhotut Tholibīn, Al-Imam Annawawiy, Jilid I, hal : 626, cet, Darul Faihā’]

Al-imam Al-Bukhoriy rohimahullah [194 H – 256 H] menuliskan dalam As-shohih-nya 

BAB “SHOLAT SUNNAH SEBELUM JUM’AT DAN SETELAHNYA”

Lalu berdalil dengan hadits shoheh :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يصلي قبل الظهر ركعتين

“Bahwasanya rosulullah shallallahu alaihi wasallam sholat 2 rokaat sebelum dzuhur [H.R Bukhoriy]

Ini juga sebagai isyarat jelas bahwa imam Al-bukhoriy berpendapat akan kesunnahan sunnah qobliyah jum’at mengqiyaskannya dengan sunnah qobliyah dzuhur.

Didalam Al-Majmu’ Al-Fatāwa Al-Imam Ibnu Taimiyah rohimahullah menyimpulkan tentang sholat sunnah qobliyah jum’at bahwa itu bukan termasuk sunnah rotibah,namun siapa yang melakukannya maka tidak boleh diingkari, beliau rohimahullah berkata : 

فمن فعل ذالك لم ينكر عليه ومن ترك ذالك لم ينكر عليه وهذا أعدل الأقوال،وكلام الإمام أحمد يدل عليه

Siapa saja yang melakukan sholat sunnah qobliyah jum’at tidak boleh di ingkari, dan siapa saja yang meninggalkannya juga tidak boleh diingkari, INI ADALAH PENDAPAT YANG PALING ADIL, dan ucapan imam Ahmad menunjukkan kesitu. 

Masya Allah, coba lihat bagaimana imam ibnu taimiyah menyikapi masalah ini, BELIAU FAHAM DAN SADAR bahwa ini masalah ijtihadiyah yang diperselisihkan ulama sehingga beliau tidak serampangan membid’ahkan amalan ini.

KESIMPULANNYA :

1. Berdasarkan penjelasan diatas maka hukum sholat sunnah qobliyah jum’at adalah sunnah yang jika dilakukan berpahala, tidak seperti anggapan temen-temen salafiy yang mengatakan itu BID’AH.

2. Sholat sunnah qobliyah jum’at boleh dilakukan 2 rokaat setelah azan pertama, yang lebih afdhol dilakukan 4 rokaat sesuai hadits Ali bin abi tholib.

3. Masalah ini adalah masalah furū’iyyah yang sifatnya ijtihadiyah,setiap kita boleh mengambil pendapat mana saja yang dirasa paling benar, tanpa harus menyalahkan kelompok yang lain.

Oleh : Faruq Sinambela

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *