Genjatan Senjata, Apa Kemenangan HAMAS di Perang Mei 2021?

Apa Kemenangan HAMAS di Perang Mei 2021?

Fikroh.com – Diakui, Netanyahu kini kelabakan. Upaya provokasi, intimidasi, dan invasi dalam rangka menaikkan popularitas untuk menghindari dakwaan korupsi, gagal total. Malah sebaliknya, ia membukakan mata dunia dan membongkar topeng dunia Arab di hadapan HAMAS dan Jihad Islam. 

Mengklaim negara dengan militer tak terkalahkan dan alutsista canggih yang dipasok AS, Rusia dan Eropa, kini Israel terpincang-pincang. Netanyahu pun berdiri dengan kaki sebelah, persis seperti dikatakan panglima militer HAMAS, Abu Ubaid. 

Saya dikirimi pidato kemenangan sang Panglima pukul 04.00, isinya: 

  1. Sebagai panglima tempur, Abu Ubaidah menerima seruan mediator dalam hal ini Mesir, tapi menerima dari titik bargaining power bahwa Al-Qassam masih menyimpan kekuatan yang belum diekspos. 
  2. Ancaman Israel untuk meluluhlantakkan Gaza hanya mencerminkan keputusasaan. Netanyahu sendiri tidak muncul ke publik, sebab ia sadar, berada di posisi terjepit. 

Lalu apa kemenangan Gaza di Pertempuran kali ini?

  • Mencegah upaya menganeksasi Masjid Al-Aqsha yang hampir saja terjadi. 
  • Mencegah pengusiran warga asli di kecamatan Syaikh Jarrah. 
  • Baru kali ini, selama 17 hari, pintu Magharibah tertutup untuk warga pendudukan Israel. 
  • Menjadikan problem Palestina masuk dalam benak dan pembicaraan dunia. 
  • Mencegah penguasaan mutlak kota-kota Palestina oleh Israel. 
  • Polisi Israel kini tidak lagi petangtang-petengteng dan memilih berpakaian sipil. 
  • Kembalinya spirit Nasionalisme rakyat Palestina. 
  • Menghindari Perang Saudara antar faksi Palestina, akibat proxy yang dibuat penjajah. 
  • Menghidupkan spirit dukungan terhadap Palestina di skala internasional. 
  • Membongkar semua kebohongan Israel yang mempraktikkan politik memaksakan kenyataan. 
  • Pukulan ekonomi telak terhadap perusahaan Media Sosial seperti Facebook dll. 
  • Bandara Ben Gurion dan Bandara Rymon tutup. 
  • Lima juta rakyat Israel berada di bungker dan tempat evakuasi. 
  • Sukses memperjuangkan prinsip kemuliaan dan harga diri untuk seluruh Palestina. 
  • Meluasnya titik pertempuran dari mulai Rafah hingga Naqura. 
  • Gagalnya kecanggihan militer dan teknologi Israel, menghadapi semangat juang Mujahidin. 

Kemenangan dalam satu pertempuran, memang bukan kemenangan dari peperangan secara keseluruhan. Namun hal itu cukup memukul mental, melemahkan nyali dan mematikan semangat tempur pasukan yang secara materi dan persenjataan, ditakuti seluruh pasukan Arab. 

Mengutip siaran berita sebelumnya, bahwa israel sepakat genjatan senjata per 21 Mei 2021. Kabinet keamanan Israel mengatakan pihaknya secara bulat telah mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza “secara timbal balik dan tanpa syarat” sebagaimana yang diusulkan Mesir sebagai mediator, tetapi menambahkan bahwa jam pelaksanaannya belum disepakati.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah Presiden Amerika Joe Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengupayakan deeskalasi, dan di tengah tawaran media oleh Mesir, Qatara dan PBB.

Oleh: Dr. Nandang Burhanuddin

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement