Untitled Post

Apa Denda yang diberikan kepada Membunuh Hewan Buruan saat pelaksanaan ibadah haji?

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَن قَتَلَهُ مِنكُم مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انتِقَامٍ)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang ihram. Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-had yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” [Al-Qur`an Surat:al-Maidah: 95]

Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang membunuh hewan buruan boleh memilih hukuman dengan salah satu di antara tiga hal, dia mengerjakan dengan yang manapun sebagai kafarat, baik itu orang kaya atau orang susah. Hal-hal tersebut adalah:

1. Menyembelih hewan ternak yang dibunuhnya -jika ada yang sama seperti hewan ternak yang dimatikannya-, sedekah kepada orang-orang fakir di tanah suci. Dibolehkan menyembelih kapan saja, tidak dikhususkan pada hari-hari penyembelihan.

Yang dimaksud dengan sama adalah kemiripan di dalam bentuk tubuh bukan di dalam kandungan dan menyembelih hewan ternak yang paling mirip dengan yang telah diburu dari segi yang paling banyak, maka menyembelih kambing atas perburuan serigala, menyembelih kijang atas kambing betina, menyembelih burung unta atas unta betina, dan seperti demikian. Dari Jabir -radhiyallahu `anhu- berkata: aku bertanya kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- tentang serigala? Lalu beliau menjawab:

هُوَ صَيْدٌ وَيُجْعَلُ فِيهِ كَبْشٌ إِذَا صَادَهُ الْمُحْرِمُ

“Itu adalah hewan buruan, dijadikan di dalamnya kambing domba jika diburu oleh orang yang berihram.” [Shahih, Hadits riwayat: Abu Daud (3801), dan selainnya, dihukum shahih dalam al-Irwaa’ (1050)]

Diriwayatkan dari Jabir:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ «قَضَى فِي الضَّبُعِ بِكَبْشٍ، وَفِي الْغَزَالِ بِعَنْزٍ، وَفِي الْأَرْنَبِ بِعَنَاقٍ، وَفِي الْيَرْبُوعِ بِجَفْرَةٍ

Sesungguhnya `Umar bin al-Khaththab -radhiyallahu `anhu- memerintahkan di dalam serigala dengan kambing domba, di dalam kijang dengan kambing betina, di dalam kelinci dengan anak kambing betina, dan di dalam tupai dengan anak kambing yang berumur sekitar empat bulan. [Shahih, Hadits riwayat: Malik (230), Syafi`iy dari Malik (987), dan darinya juga al-Baihaqi (5/183), lihat al-Irwaa’ (1051)]

Para sahabat dulu dan pengikut shahabat memerintahkan di dalam burung unta dengan unta betina, itu adalah pendapat Malik dan Syafi`iy. Ibnu Malik berkata: Tidak ada yang lebih mirip dengan burung unta dari unta betina pada panjang lehernya, bentuk dan gambaran. Dalam keledai liar, unta dan sapi liar dendanya adalah sapi.

`Umar telah menghukumi burung merpati dengan domba, begitu juga dengan Ibnu `Abbas maka tidak ada dari hewan buruan yang tidak dihukumi oleh para sahabat -dari yang telah disebutkan dan yang selainnya- kami telah menegakkan dua hukum yang adil dan baik untuk hukum di dalam persamaannya, jika tidak menemukan yang mirip dari hewan-hewan ternak maka wajib dalam kandungannya, dan tidak dibolehkan bersedekah dengan dirham tetapi yang betul adalah dengan makanan kemudian memilih antara dua dari tiga hal tersebut.

2. Menilai sesamanya dengan dirham dan dengan harga makanan lalu bersedekah dengannya kepada orang-orang miskin, setiap orang satu genggam (mud) Mud = 675 gram atau 0.688 liter, dan tidak boleh bersedekah dalam bentuk nilainya. [Lihat al-Majmu’ (7/423)]

3. Berpuasa sebagai pengganti menyembelih hewan yang sama dan memberi makan: dari setiap genggam satu hari menurut mayoritas ulama’. Dan memberi makan atau berpuasa dilakukan dimana saja; karena Allah tidak menetapkan tempat bagi mereka. [Al-Muhallaa (7/235)]

Jika Suatu Kelompok Bergabung Dalam Membunuh Hewan Buruan

Maka tidak diwajibkan bagi mereka kecuali satu sangsi saja. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala :

(فَجَزَاءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ)

“Maka dendanya adalah mengganti dengan hewan ternak” [Al-Qur`an Surat: al-Maidah: 95]

Maka tidak ada di dalam perburuan kecuali yang sama dengannya dan bukan yang sejenisnya. Dari ‘Ammar bin Abi ‘Ammar bahwa budak-budak Ibnu Zubair membunuh serigala dalam keadaan berihram lalu mereka bertanya kepada Ibnu `Umar dan ia menjawab:

(اذبحوا كبشا, فقالوا: عن كل انسان منا؟ فقال: بل كبش واحد عن جميعكم)

Sembelihnya seekor kambing domba, mereka bertanya: setiap orang dari kami? Lalu beliau menjawab: hanya satu kambing domba dari kalian semua. [Sanadnya hasan, Hadits riwayat: Daaraquthni (2/250), dan Ibnu Hazm (7/237)]

Ini pada awal pemerintahan Ibnu Zubair, tidak diketahui adanya pertentangan dari para sahabat kepada Ibnu `Umar. Ini adalah mazhab Syafi`iy dan para terdahulu.

Maka sangsi dan memberi makan digabung di dalamnya orang-orang yang membunuh, kalau memilih berpuasa maka bagi setiap orang berpuasa penuh, karena puasa tidak digabungkan di dalamnya dan tidak memungkinkan berbeda dengan harta.

Bagi Yang Membunuh Satu Buruan Setelah Yang Lain

Maka dikenakan baginya untuk setiap hewan satu sangsi dan tidaklah termasuk dari firman Allah -subhanahu wa ta`ala-

(وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ)

Dan siapa mengulanginya maka niscaya Allah akan menyiksanya. [Al-Qur`an Surat: al-Maidah: 95]

Dengan jatuhnya sangsi darinya, maka Allah tidak mengatakan: tidak ada sangsi baginya, bahkan mewajibkan sangsi bagi yang membunuh hewan buruan secara sengaja, dan hal itu bagi setiap pembunuh dengan balasan siksa bagi yang mengulangi. [Al-Muhallaa (7/238), al-Majmu’ (7/437)]

Bagi Yang Membunuh Hewan Karena Lupa?

Mayoritas ulama berpendapat: Abu Hanifah, Malik, Syafi`iy, bahwa orang yang sengaja dan orang yang lupa disamakan di dalam kewajiban sangsi. [Lihat Al-Muhallaa karya Ibnu Hazm (7/214) dan yang setelahnya, al-Majmu’ (7/316)] Dalil mereka:

Allah telah mewajibkan kafarat seorang pembunuh muslim karena salah, maka termasuk ke dalamnya pembunuh hewan karena salah.

Dari apa yang menjadi sebab rusaknya harta manusia maka diharuskan pertanggung jawaban baik karena salah atau sengaja, dan hewan buruan tersebut adalah milik Allah maka wajib mempertanggung jawabkannya baik dengan sengaja atau kesalahan.

Sebagian dari mereka berpendapat: Adapun dalil bagi orang yang sengaja agar diketahui bahwa hukum yang bersalah juga sepertinya.

Ibnu Hazm berpendapat bahwa orang yang lupa pada ihramnya dan yang tidak disengaja maka tidak ada sangsi baginya dan tidak ada dosa. Berdasarkan firman Allah -subhanahu wa ta`ala-

(وَمَن قَتَلَهُ مِنكُم مُّتَعَمِّدًا)

Dan siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. [Al-Qur`an Surat: al-Maidah: 95]

Dia berkata: Karena kebesaran janji-Nya dengan penyiksaan tidak berbeda antara dua golongan orang islam di dalam hal bahwa dia sama sekali tidak bersalah dan juga bukan bagi orang tidak sengaja kepada maksiat dan bermaksud padanya. Allah Subhanahu wata’ala berfrman :

(وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ)

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang engkau khilaf padanya tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. [Al-Qur`an Surat: al-ahzab,5]

Mazhab ini meriwayatkan dari `Umar bin Khatthab, Abdurrahman bin Auf, Ibnu Abbas, Sa`id bin Jabir, Ibn Al-Musayyib, Thawus, Qasim bin Muhamad, Salim bin Abdillah, Atha’ dan Mujahid.

Kemudian dijawab pada dalil-dalilnya mayoritas dengan kalimat di puncak ketepatan maka periksalah. Allah Maha Pemberi Petunjuk.

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement