Untitled Post

 Oleh : Abu Muhammad Ma’ruf al Bimawi

Jum’at : 04 November 2016

Alhamdulilllah, segala puji hanya milik Allah subhanahuwata’ala rabb semesta alam yang menghidupkan dan mematikan kita, yang telah memberikan kita banyak sekali kenikmatan-kenikmatan, nikmat-nikmat yang  kita rasakan mulai dari bangun tidur sampai kita tidur lagi semua itu tidak lepas dari karunia Allah subhanahuwata’ala, yang semua itu apabila kita menghitung-hitungnya tentu saja kita tidak akan mampu untuk menghitungnya.

Allah subhanahuwata’ala telah berfirman :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

dan didalam ayat yang lain Allah subhanahuwata’ala berfirman :

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).(QS. Ibrahim : 34)

Kemudian sholawat dan salam senantiasa kita kirimkan kepada nabi yang mulya Muhammad bin Abdillah Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.

Nabi yang tidak pernah gentar terhadap musuh-musuh Allah dan musuhnya.

Nabi yang telah mencurahkan segala hidupnya demi tegaknya agama islam yang mulya ini.

Saudaraku.

Kita ketahui bersama bahwasannya kita adalah merupakan makhluk hidup yang tentu saja memiliki batasan umur, artinya, kita tidak akan mungkin akan hidup selamanya di atas muka bumi ini, kita semua pasti akan meninggalkan dunia ini baik kita suka maupun tidak, karena hal ini adalah merupakan janji Allah subhanahuwata’ala bahwasannya semua jiwa atau setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.

hal ini sebagaimana firman Allah subhanahuta’ala

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS. al Imran : 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulya ini mengatakan, bahwasannya Allah memberitahukan kepada seluruh makhluk-Nya bahwa setiap jiwa itu akan merasakan kematian.

(Tafsir Ibnu katsir Jilid : 2, Surat al Imran : 185, hal. 257).

inilah janji Allah kepada makhluk-Nya, dan seharusnya setiap orang harus menyadari bahwa mereka akan diwafatkan oleh Allah subhanahuwata’ala, apakah dalam keadaan mereka taat kepada Allah ataukah mereka dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya.

Saudaraku….

Untuk diketahui, bahwa tatkalah kita telah diwafatkan oleh Allah subahanahuwat’ala, maka kita pasti akan dikembalikan oleh Allah subhanahuwat’ala kepada dua tempat pengembalian yakni tempat yang penuh dengan kenikmatan ( surga ) dan tempat yang penuh dengan siksaan atau adzab ( neraka ).

Tentu saja orang-orang yang beriman dan beramal sholeh maka Allah subhanahuta’ala akan dimasukkan oleh Allah ke dalam Surga-Nya sedangkan orang-orang yang meninggal dalam keadaan kafir, berbuat syirik kepada Allah maka akan dimasukkan kedalam neraka yang penuh dengan adzab.

maka sungguh beruntung orang-orang yang dimasukkan kedalam surga dan sungguh celakah bagi orang-orang dimasukkan Allah kedalam neraka-Nya.

Allah berfirman :

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung (QS. al Imran : 185).

Neraka adalah negeri yang Allah telah siapkan untuk orang yang kafir kepada-Nya, yang berbuat sewenang-wenang terhadap syari’at-Nya, dan yang mendustakan Rasul-rasul-Nya.

Neraka adalah adzab Allah untuk musuh-musuh-Nya, neraka adalah penjara-Nya untuk para pelaku dosa.

Neraka adalah tempat kehinaan yang teramat besar dan kerugian yang nyata. Tidak ada kehinaan maupun kerugian yang lebih besar daripada kehinaan dan kerugiannya.

(al Jannah wan Nar, (Surga dan Neraka, hal. 9)).

Sudaraku….

Siksaan neraka adalah siksaan yang sangat mengerikkan, siksaan neraka adalah siksaan yang sangat-sangat keras, pedih, tidak seorang manusia yang dimasukkan kedalamnya akan mampu untuk bertahan dalam bentuk yang utuh sebagaimana pada awal dimasukkan kedalamnya, akan tetapi semua akan hangus, semua akan gosong, usus-usus akan terburai, semua merintih kesakitan, berteriak meminta tolong untuk diselamatkan dari adzanya, semua manusia ingin menebus dirinya dengan harta yang banyak, namun semua itu tidak akan di indahkan sedikitpun oleh Allah subhanahuta’ala, akan tetapi justru Allah subhanahuwat’ala akan semakin menghinakan mereka.

mereka berteriak meminta makan dan minum, dan tidaklah diberi makan dan minum melainkan merupakan adzab yang sangat pedih.

dan inilah makanan dan minuman bagi penghuni neraka saudaraku.

1. Pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan rasa lapar

sebagaimana firman Allah dalam surat al ghasyiyah ayat 6-7

  لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

  لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

Dhari’ adalah nama sebuah pohon berduri yang tumbuh di negeri Hijaz, nama lainnya adalah Asy-Syibriq.

diriwayatkan dari Ibnu Abbas Asy Syibriq adalah pohon berduri yang tumbuh menjalar di atas tanah. Setelah besar, tumbuhan ini diberi nama Dhari’.  (al Jannah wan Nar, (Surga dan Neraka, hal. 132))

jadi makanan ini adalah makanan yang tidak akan menambah gizi bagi penghuni neraka yang juga tidak pernah akan memberikan rasa kenyang kepada mereka selama-lamanya, akan tetapi makanan ini akan senantiasan menyiksa mereka, wal iya dzubillah.

2. Makanan penghuni Neraka selanjutnya adalah Pohon Zaqqum, pohon yang memiliki mayang seperti kepala-kepala syaithon.

Allah subhanahuwat’ala berfirman :

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّوم طَعَامُ ٱلْأَثِيم كَٱلْمُهْلِ يَغْلِى فِى ٱلْبُطُونِ كَغَلْىِ ٱلْحَمِيمِ

43. Sungguh pohon zaqum itu

44. Makanan bagi orang yang banyak dosa.

45. Seperti cairan tembaga yang mendidih dalam perut.

46. Seperti mendidihnya air yang sangat panas

  (QS. Ad-Dukhan {44-46})

di dalam surat yang lain Allah subhanahuwat’ala menjelaskan bentuk dari pohon zaqqum ini sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Ash Shoffat ayat yang ke 64-65

Allah subhanahuwata’ala berfirman:

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ   طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

Sungguh pohon zaqqum itu adalah pohon yang keluar dari dasar Neraka Jahim, Mayangnya seperti kepala-kepala syaithon ( QS. Ash Shaffat : 64-65 )

Saudaraku….

Zaqqum ini jika satu tetes saja menyentuh bumi, maka akan menghancurkan kehidupan penduduk bumi, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam At Tirmidzi. 

bahwa Rasulullah bersabda yang artinya :

“Seandainya satu tetes zaqqum jatuh ke bumi, niscaya ia akan merusak kehidupan penduduk bumi, lantas bagaimana dengan orang yang memakannya” (H.R. At-Tirmidzi dengan status hasan shohih)

(al Jannah wan Nar, (Surga dan Neraka, hal. 136))

3. Kemudian makanan penghuni neraka selanjutnya adalah ghislin ( darah dan nanah), Allah subahanahuwata’ala berfirman :

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ

Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

 وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

 لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُون

Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

(Q.S. al Haqqah : 35-37).

Ghislin adalah cairan yang keluar dari kulit-kulit penghuni Neraka; nanah bercampur darah. pendapat lain mengatakn bahwa maksudnya adalah cairan yang keluar dari kemaluan para wanita pezina serta dari busuknya daging dan kulit orang kafir.

(al Jannah wan Nar, (Surga dan Neraka, hal. 137))

4. Sedangkan minuman bagi penghuni neraka adalah al Hamim ( air yang mendidih ), dimana minuman ini bukannya akan menghapus rasa haus dan dahaga akan tetapi akan melulu lantahkan isi perut para penghuni neraka.

Allah subhanahuwata’ala berfirman :

كَمَنْ هُوَ خَٰلِدٌ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَآءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ

“sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya” ( Q.S. Muhammad: 15).

(al Jannah wan Nar, (Surga dan Neraka, hal. 137))

5. Kemudian minuman mereka para penghuni neraka adalah air besi yang mendidih yang akan menghanguskan wajah-wajah mereka.

 hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah subhanahuwata’ala didalam surat al kahfi, ayat yang ke 29.

Allah berfirman :

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

“Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. ” (QS. Al-Kahfi:29)

(idem)

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah subhanahuwat’ala, masih banyak sekali ayat-ayat maupun hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam yang menjelaskan tentang makanan dan minuman bagi penghuni neraka yang tentu saja makana dan minuman itu tidaklah dapat memberikan kekenyangan dan juga dapat menghilangkan rasa haus dan dahaga, akan tetapi makanan dan minuman itu adalah merupakan adzab bagi para penghuni neraka.

saudaraku kita memohon ampunan pada Allah subahanhuwata’ala atas dosa-dosa yang kita lakukan, semoga kita dimasukkan oleh-Nya kedalam surga dan dijauhkan oleh-Nya dari adzan neraka.

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka, (Q.S. AL-Imran 16)

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali ‘Imran 3:191)

رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُۥ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Ali ‘Imran 3:192)

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (Ali ‘Imran 3:193)

رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. (Ali ‘Imran 3:194)

Demikian yang bisa saya curahkan pada kesempatan yang mulya ini, mudah-mudahan bermanfaat buat diri saya dan juga bagi pembaca.

saya minta maaf atas segala kekurangannya, jika ada yang keliru mohon di luruskan karena tidak gading yang retak.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Bahan Referensi :

1. Serial Akidah & Rukun Iman Kitab Al Jannah Wan nar (Surga dan Neraka), oleh Dr. Umar Sulaiman al -Asyqar (Pustaka Imam Syafi’i)

2. Terjemahan Tafsir Ibnu Katsir, Oleh Dr. Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh. (Pustaka Imam Syafi’i)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement