6 Rahasia Kuatnya Bangunan Peninggalan Zaman Belanda

5 Rahasia Kuatnya Bangunan Peninggalan Zaman Belanda

Fikroh.com – Tak terhitung berapa banyak bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang tersebar di Indonesia. Meski usianya sudah berabad-abad, bangunan-bangunan ini tetap kokoh. Bahkan hingga kini, banyak bangunan peninggalan Belanda yang masih difungsikan seperti fungsi aslinya.

Lantas apa rahasia ketahanan dan kekuatan bangunan zaman belanda? Berikut ini 6 faktor yang membuat kokohnya bangunan-bangunan belanda yang berhasil fikroh.com himpun dari berbagai sumber.

1. Rancangan bangunan yang presisi

Dalam membangun sebuah bangunan, para arsitek Belanda tersebut sangat memperhatikan tingkat detail dan presisi sebuah konstruksi. Selain menggunakan bahan bangunan berkualitas tinggi, para pekerja juga telah menyiapkan sebuah struktur rancangan yang betul-betul sesuai fungsinya. Salah satu contohnya adalah Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat yang yang dirancang oleh Ir. Van Breen pada 1912. Ia tak hanya merancang sebuah pondasi bangunan untuk mencegah terjadinya banjir, tapi juga sebagai saluran irigasi bagi persawahan di sekitar area bendungan dan pemasok cadangan air baku untuk warga ibukota Jakarta. 

2. Desain sesuai kondisi wilayah

Bangunan peninggalan zaman Belanda tidak asal dibangun. Sebelum membuat sketsa desain, arsitek Belanda tempo dulu sangat memperhatikan kondisi wilayah di lokasi bangunan yang akan dibangun. Pasalnya, setiap wilayah memiliki kondisi Berbeda – beda, dari kondisi tanah hingga kondisi lingkungan (Misalnya : kondisi jalanan setempat ramai atau tidak).

3. Ketelitian dalam membangun

Bangunan yang kukuh tidak lepas dari ketelitian para pekerja yang membangunnya. Setiap bagian bangunan dibangun sesuai rancangan bangunan yang sudah dihitung detail. Pondasi bangunan dipastikan presisi, artinya tidak ada yang melenceng sehingga bangunan bisa kuat terpancang dalam jangka waktu lama.

4. Menggunakan semen racikan khusus

Bangunan Belanda dibuat dengan semen racikan khusus. Berbeda dengan bahan yang biasa digunakan di zaman sekarang, semen ini terbuat dari racikan semen merah dan batu gamping. Tidak hanya itu, batu-bata merah juga dihancurkan menjadi serbuk yang dicampur adonan semen. Campuran inilah yang digunakan sebagai perekat bahan bangunan sehingga bangunan menjadi kukuh.

Semen racikan tersebut digunakan dalam berbagai jenis bangunan, seperti stasiun kereta, rumah sakit, gedung perkantoran, dan fasilitas militer. Tidak mengherankan bila banyak bangunan peninggalan Belanda tetap kukuh hingga kini. Ada yang telah menjadi bangunan cagar budaya dan ada pula yang masih difungsikan seperti fungsi aslinya. Beberapa bangunan peninggalan Belanda tersebut di antaranya Stasiun Surabaya Kota, Gedung Grahadi, dan Kantor Gubernur JawaTimur.

5. Menggunakan bahan batu berkualitas

Arsitek Belanda sangat memperhatikan kualitas batu yang digunakan. Mereka tidak segan membersihkan batu yang terlihat kotor dengan cara membasuhnya. Sebab,serpihan kotoran di bagian permukaan akan membuat batu tidak bisa merekat kuat dan kurang presisi. Dengan memastikan batu dalam kondisi baik, kekukuhan bangunan juga akan lebih terjamin. 

6. Menerapkan kedisiplinan dan kejujuran sebagai etos kerja

Kekukuhan bangunan tidak lepas dari kedisiplinan dan kejujuran para pekerja yang membangunnya. Percuma bila rancangan bangunan dibuat dengan kalkulasi rinci dan teliti jika dalam proses pembangunan ada takaran yang dikurangi. Contohnya takaran adonan semen yang tidak sesuai dengan penghitungan awal.

Pihak Belanda memastikan semua pekerja yang terlibat dalam pembangunan gedung, memiliki kedisiplinan dan kejujuran sebagai etos kerja. Mereka juga tidak main-main dengan anggaran dana. Dengan etos kerja yang baik, anggaran dana cukup, dan rancangan yang rinci dan teliti, bangunan kukuh pun dapat terwujud.

Itulah rahasia di balik kukuhnya bangunan peninggalan zaman penjajahan Belanda yang masih terawatt hingga sekarang.

Sumber : jago bangunan

About Global Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement